ASIA
2 menit membaca
Indonesia tawarkan obligasi syariah 5 tahun dan sukuk hijau 10 tahun berdenominasi dolar AS
Pemerintah Indonesia menerbitan sukuk dolar AS bertenor 5 tahun dan sukuk hijau 10 tahun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara dan mendukung proyek berkelanjutan.
Indonesia tawarkan obligasi syariah 5 tahun dan sukuk hijau 10 tahun berdenominasi dolar AS
Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan indeks setelah kabar tarif AS / Reuters / Reuters

Indonesia telah meluncurkan dua instrumen obligasi syariah global dalam denominasi dolar Amerika Serikat: sukuk bertenor lima tahun dengan panduan imbal hasil awal 4,85 persen, serta sukuk hijau berdurasi sepuluh tahun dengan tingkat imbal hasil sekitar 5,5 persen. 

Meskipun rincian nilai emisi belum diumumkan, penerbitan ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan negara. Sukuk hijau ditujukan khusus untuk mendanai atau membiayai kembali proyek-proyek ramah lingkungan yang memenuhi kriteria keberlanjutan nasional.

Penerbitan sukuk dilakukan melalui entitas Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, dengan pemerintah Indonesia sebagai penjamin. Kedua sukuk dijadwalkan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura dan Nasdaq Dubai.

Langkah ini berlangsung di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat, setelah Presiden AS mengumumkan pemberlakuan tarif baru sebesar 19 persen atas produk asal Indonesia. Angka ini menurun signifikan dari proposal awal 32 persen, yang diumumkan melalui unggahannya di platform Truth Social.

TerkaitTRT Global - Indonesia akan dikenakan tarif 19% berdasarkan kesepakatan perdagangan — Trump

Pasar saham merespons positif

Pemerintah Indonesia menyambut baik penurunan tarif tersebut, yang diumumkan menjelang pertemuan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. Pasar domestik merespons positif kabar ini, dengan indeks saham naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir, mencerminkan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional.

Dari sisi peringkat kredit, instrumen ini mengikuti peringkat utang Indonesia yang saat ini berada pada level Baa2 dari Moody's, BBB dari Standard & Poor's, dan BBB dari Fitch Ratings—semuanya mencerminkan status layak investasi.

Deutsche Bank dan HSBC bertindak sebagai koordinator utama untuk struktur sukuk hijau. Sementara itu, peran penjamin emisi utama dipegang oleh Bank of America, Deutsche Bank, Dubai Islamic Bank, HSBC, dan Mandiri Sekuritas. Adapun BRI Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia berperan sebagai co-manager.

TerkaitTRT Global - Pasar saham Asia menguat, bursa Indonesia dan Singapura pimpin kenaikan


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Bencana karhutla memburuk, Kemenkes siapkan 477 rumah oksigen darurat di 7 provinsi
BRIN identifikasi dua serpihan roket China yang jatuh di perkebunan Kalimantan Tengah
KMP Batumandi terbakar di Perairan Merak, 460 penumpang dan kru berhasil diselamatkan
Massa aksi di sejumlah kota Indonesia protes kabut asap karhutla, tuntut penetapan bencana nasional
BNPB siapkan koordinasi bantuan asing untuk penanganan karhutla di Indonesia
TNI AU kerahkan pesawat NC-212 untuk modifikasi cuaca atasi karhutla di Kalimantan
Polri selidiki 98 kasus karhutla, penyidik telusuri dugaan kesengajaan dan kelalaian
Karhutla hanguskan 1,9 juta hektar lahan, Indonesia terima bantuan Malaysia dan Singapura
Pemerintah RI segera koordinasikan tawaran bantuan Malaysia dan Singapura untuk atasi karhutla
Kementerian Perhubungan catat 2.458 penerbangan terdampak karhutla, termasuk rute internasional
Empat orang tewas saat padamkan karhutla di Bromo, kabut asap perburuk kualitas udara
Kelangkaan BBM picu demonstrasi di Bali, warga mengantre hingga delapan jam
Singapura pertimbangkan jalur hukum terhadap perusahaan pemicu kabut asap
Pabrik LPG baru di Karawang akan pasok hingga 15 persen kebutuhan Jabar dan Jakarta
Gunung Ibu erupsi 103 kali dalam sehari, warga diminta jauhi zona bahaya
Kristomei ditunjuk pimpin BNPB saat karhutla meluas, sebut bantuan luar negeri memungkinkan
Satwa liar Borneo menderita di tengah kebakaran hutan
Pemantauan udara kabut asap
KPK tangkap 14 orang dalam OTT di BNPB, sita Rp1,4 miliar dan emas
Pertamina siapkan 52 SPBU buka 24 jam untuk atasi kelangkaan BBM di Bali