BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Kuota produksi nikel dipangkas pemerintah Indonesia, Eramet ajukan revisi volume
Usaha patungan nikel Eramet di Indonesia hanya mendapat kuota produksi awal 12 juta ton basah tahun ini, jauh di bawah alokasi awal 2025.
Kuota produksi nikel dipangkas pemerintah Indonesia, Eramet ajukan revisi volume
Logo perusahaan Eramet. / Reuters

Perusahaan tambang Prancis Eramet mengumumkan bahwa usaha patungan tambang nikelnya di Indonesia, PT Weda Bay Nickel, memperoleh kuota produksi awal sebesar 12 juta ton basah (wet metric tons) untuk tahun ini. 

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan alokasi awal yang diterima perusahaan untuk 2025, yakni 32 juta ton.

Dalam pernyataannya, Eramet menyebut pihaknya akan segera mengajukan permohonan penyesuaian agar volume produksi dapat dinaikkan. Perusahaan itu juga mengingatkan bahwa kuota produksi 2025 sebelumnya telah direvisi naik pada Juli lalu menjadi 42 juta ton basah.

Kebijakan kuota produksi nikel Indonesia yang dikenal sebagai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih berada dalam proses pembahasan pemerintah. 

Media lokal melaporkan, mengutip pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno, bahwa total kuota penambangan nikel yang disetujui untuk 2026 sejauh ini berkisar antara 260 juta hingga 270 juta ton metrik.

Seorang juru bicara Kementerian ESDM mengatakan kepada Reuters bahwa seluruh RKAB masih dalam tahap evaluasi, termasuk kemungkinan penyesuaian terhadap produksi sejumlah komoditas mineral dan batu bara.

Di pasar global, harga nikel menunjukkan penguatan seiring kabar tersebut. 

Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange naik 2,2 persen menjadi US$17.880 per ton metrik pada pukul 09.12 GMT. Sebelumnya, harga sempat menguat hingga 2,8 persen ke level US$17.980 per ton, yang merupakan posisi tertinggi sejak 30 Januari.

TerkaitTRT Indonesia - Pakar peringatkan dominasi China dalam ledakan nikel Indonesia hadapi ketidakpastian baru
SUMBER:Reuters
Jelajahi
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik