Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Republik Islam Pakistan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/2), dalam pertemuan yang menegaskan tekad kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis, termasuk di bidang pertahanan dan kerja sama multilateral.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan hubungan Jakarta–Islamabad memiliki akar sejarah yang panjang dan terjalin erat bahkan sebelum masing-masing negara merdeka.
“Pakistan dan Indonesia adalah dua negara bersaudara. Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik… bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, intensitas kontak politik dan ekonomi kedua pihak meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kunjungan Prabowo ke Pakistan pada Januari lalu disebut sebagai momen penting bagi hubungan bilateral.
Menurutnya, pertukaran kunjungan pejabat tinggi juga terus berlangsung, termasuk lawatan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Kesehatan Pakistan ke Jakarta.
Di sektor pertahanan, ia menegaskan kerja sama telah berjalan erat dan akan diperluas.
“Kami telah melatih perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan akan terus meningkatkan kolaborasi pertahanan bilateral,” katanya dikutip dari pernyataan resmi tertulis.
Zahid menilai kolaborasi kedua negara semakin relevan dalam konteks geopolitik dunia Islam karena mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim global. Indonesia dan Pakistan juga tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan organisasi multilateral lainnya.
Indonesia dan Pakistan memiliki visi dan kebijakan yang sama mengenai beberapa isu global yang berkaitan dengan umat Muslim, termasuk keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP), forum untuk rekonstruksi Gaza, Perang di Sudan dan Yaman, serta isu-isu regional lainnya.
Pakistan juga menyatakan dukungan terhadap peran Indonesia di forum Developing Eight (D8) serta kesiapan membantu penyelenggaraan KTT D8 mendatang di Indonesia.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama delapan negara berkembang,” pungkasnya.



















