Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan akan tetap melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG) dan mengklaim bahwa program tersebut dilaporkan lebih baik dibanding Jepang dan sejumlah negara Eropa, meski menghadapi kritik keras di dalam negeri soal pembiayaan dan dampak kesehatannya.
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian dapur dan 1.079 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Kita akan melaksanakan program ini," kata presiden RI tersebut, "Kita akan menghadapi kampanye luar biasa yang mengatakan bahwa saya membuang-buang uang," tambahnya.
Prabowo mengatakan pendanaan program senilai sekitar US$20 miliar itu berasal dari penghematan dan pengalihan pos anggaran lain, sehingga tidak melampaui batas defisit fiskal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Menurutnya, penyesuaian belanja negara dilakukan agar program prioritas tetap berjalan tanpa melanggar parameter fiskal. Komitmen itu disampaikan di tengah gejolak pasar keuangan.
Menanggapi laporan keracunan makanan di kalangan penerima manfaat, Prabowo mengakui adanya puluhan ribu kasus gangguan kesehatan seperti sakit perut. Namun ia menilai angkanya sangat kecil dibanding total penerima manfaat yang mencapai puluhan juta orang.
Berdasarkan laporan statistik yang ia terima dua hari sebelumnya, sekitar 28 ribu kasus terjadi dari miliaran porsi yang telah disalurkan, atau sekitar 0,006 persen, yang menurutnya menunjukkan tingkat keberhasilan 99,994 persen.
‘Lebih baik dibanding Jepang dan Eropa’
Dalam pidatonya, ia juga menyebut data internal menunjukkan kinerja Indonesia dalam pengendalian kasus tersebut lebih baik dibanding Jepang dan sejumlah negara Eropa.
"Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa," ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Januari tahun lalu, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima hingga akhir pekan ini.
MBG, yang merupakan program utama pemerintahan Prabowo dan diunggulkan selama kampanye pemilu presiden 2024, Ia menilai bahwa program ini penting untuk meningkatkan gizi anak-anak dan menjaga stabilitas sosial, meski tantangan fiskal dan risiko kesehatan tetap menjadi sorotan publik dan pelaku pasar.
Indonesia, dalam beberapa hari terakhir mengalami gelombang peringatan soal transparansi perdagangan saham dari penyedia indeks global memicu aksi jual yang memangkas kapitalisasi pasar sekitar US$120 miliar.
Tak lama berselang, Moody’s menurunkan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia dan sejumlah perusahaan menjadi negatif. Investor juga mulai menyoroti rencana belanja besar pemerintah, termasuk MBG.




















