Lebih dari 200 pelajar di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis pemerintah, dalam insiden terbaru yang menambah daftar kasus keracunan terkait program tersebut.
Pada hari Selasa, sebanyak 159 siswa dari SMK HKBP Sidikalang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sakit perut, mual, diare, hingga sesak napas beberapa jam setelah menyantap makan siang yang disediakan pemerintah. Pihak sekolah menyatakan gejala mulai muncul pada malam hingga dini hari setelah konsumsi makanan tersebut.
Kepala sekolah, Melanton Sirait, mengatakan kejadian awal terdeteksi ketika 76 siswa tidak masuk sekolah karena sakit. “Sebanyak 720 porsi makanan dibagikan sehari sebelumnya kepada siswa dan guru, terdiri dari nasi, kari ayam, selada, mentimun, dan pisang. Namun hanya 159 siswa yang mengonsumsi karena sebagian mencurigai makanan sudah tidak layak. Mereka yang makan kemudian mengalami gejala keracunan,” ujarnya kepada Jakarta Post.
Ia menambahkan, paket makanan untuk hari berikutnya ditahan dan tidak dibagikan guna mencegah kejadian serupa.
Penyelidikan keamanan pangan
Insiden serupa terjadi di sekolah lain di wilayah yang sama. Pada Rabu, sekitar 83 siswa SMK Arina Sidikalang juga harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi menu makan siang.
Lonjakan pasien membuat rumah sakit setempat menambah 50 tempat tidur dan 15 kasur tambahan. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Salman, mengatakan dapur penyedia makanan untuk kedua sekolah berasal dari sumber yang sama. Operasional dapur tersebut kini dihentikan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan keamanan pangan.
Temuan investigasi menunjukkan sejumlah faktor penyebab, mulai dari kontaminasi bakteri, bahan makanan yang tidak layak, penyimpanan pada suhu tidak aman, hingga penggunaan air yang tidak memenuhi standar konsumsi.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperketat protokol keamanan pangan sejak Oktober 2025 dengan target nol insiden. Meski demikian, lebih dari 2.000 siswa dilaporkan terdampak kasus serupa pada awal tahun ini.




















