ASIA
2 menit membaca
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Temuan investigasi menunjukkan sejumlah faktor penyebab, mulai dari kontaminasi bakteri, bahan makanan yang tidak layak, penyimpanan pada suhu tidak aman, hingga penggunaan air yang tidak memenuhi standar konsumsi.
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperketat protokol keamanan pangan sejak Oktober 2025 dengan target nol insiden. / Arsip Reuters
14 jam yang lalu

Lebih dari 200 pelajar di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis pemerintah, dalam insiden terbaru yang menambah daftar kasus keracunan terkait program tersebut.

Pada hari Selasa, sebanyak 159 siswa dari SMK HKBP Sidikalang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sakit perut, mual, diare, hingga sesak napas beberapa jam setelah menyantap makan siang yang disediakan pemerintah. Pihak sekolah menyatakan gejala mulai muncul pada malam hingga dini hari setelah konsumsi makanan tersebut.

Kepala sekolah, Melanton Sirait, mengatakan kejadian awal terdeteksi ketika 76 siswa tidak masuk sekolah karena sakit. “Sebanyak 720 porsi makanan dibagikan sehari sebelumnya kepada siswa dan guru, terdiri dari nasi, kari ayam, selada, mentimun, dan pisang. Namun hanya 159 siswa yang mengonsumsi karena sebagian mencurigai makanan sudah tidak layak. Mereka yang makan kemudian mengalami gejala keracunan,” ujarnya kepada Jakarta Post.

Ia menambahkan, paket makanan untuk hari berikutnya ditahan dan tidak dibagikan guna mencegah kejadian serupa.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah selidiki kasus keracunan massal program MBG di Yogyakarta

Penyelidikan keamanan pangan

Insiden serupa terjadi di sekolah lain di wilayah yang sama. Pada Rabu, sekitar 83 siswa SMK Arina Sidikalang juga harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi menu makan siang.

Lonjakan pasien membuat rumah sakit setempat menambah 50 tempat tidur dan 15 kasur tambahan. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Salman, mengatakan dapur penyedia makanan untuk kedua sekolah berasal dari sumber yang sama. Operasional dapur tersebut kini dihentikan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan keamanan pangan.

Temuan investigasi menunjukkan sejumlah faktor penyebab, mulai dari kontaminasi bakteri, bahan makanan yang tidak layak, penyimpanan pada suhu tidak aman, hingga penggunaan air yang tidak memenuhi standar konsumsi.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperketat protokol keamanan pangan sejak Oktober 2025 dengan target nol insiden. Meski demikian, lebih dari 2.000 siswa dilaporkan terdampak kasus serupa pada awal tahun ini.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin
3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran
KKB menyerang pesawat Caravan milik Smart Air di Papua Selatan, 2 pilot tewas
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Gunung Semeru meletus lima kali, mengirimkan abu setinggi 1.000 meter
Kejagung tetapkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO, kerugian capai Rp14 triliun
DPR setujui RI terima hibah 1,9 miliar yen dari Jepang untuk kapal patroli
Tanah gerak di Tegal rusak ratusan rumah, ribuan warga mengungsi
Polisi periksa 26 saksi dalam kasus pembunuhan gajah tanpa kepala di Riau
Sungai Jaletreng dan Cisadane tercemar usai kebakaran pabrik kimia di Tangerang Selatan
Kemenkeu siapkan Rp15 miliar untuk reaktivasi sementara Jaminan Kesehatan Nasional
Operasi SAR Cisarua temukan 99 bodypack, Mensos salurkan santunan untuk keluarga Marinir
Kemenhut temukan luka tembak dalam kasus gajah mati tanpa kepala di Riau
Pemerintah pastikan layanan cuci darah pasien PBI tetap berjalan meski status BPJS dinonaktifkan
KPK tetapkan enam tersangka kasus suap impor, oknum Bea Cukai diduga pakai safe house
Di Thailand, Anutin siapkan pembicaraan koalisi setelah kemenangannya di pemilu
Anak 6 tahun asal Indonesia tewas tertabrak mobil di Chinatown Singapura