Konflik Iran serta dampaknya terhadap pasokan energi global diperkirakan menjadi isu utama dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara BRICS di New Delhi, India, Kamis (15/5).
Pertemuan dua hari itu digelar di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah setelah perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak 28 Februari lalu.
India, yang memegang keketuaan BRICS tahun ini, menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara anggota blok ekonomi tersebut, termasuk Iran dan Uni Emirat Arab yang memiliki posisi berbeda terkait konflik regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan pembahasan akan mencakup berbagai isu global dan regional yang menjadi kepentingan bersama negara anggota.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi tiba di New Delhi pada Rabu malam, sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menghadiri forum tersebut.
Lavrov sebelumnya bertemu Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar untuk membahas perdagangan, investasi, energi, konektivitas, hingga isu global dan multilateralisme.
Menurut Jaishankar, kerja sama politik antarnegara BRICS menjadi semakin penting di tengah situasi dunia yang tidak menentu dan penuh gejolak.
Perang di kawasan Teluk turut memicu gangguan jalur pelayaran energi, termasuk di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Situasi tersebut menambah tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi seperti India yang masih bergantung pada pasokan minyak dan pupuk dari Timur Tengah.
Ketidakpastian geopolitik juga dinilai dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi India dalam beberapa waktu ke depan.
BRICS makin berkembang
BRICS dibentuk pada 2009 sebagai forum negara-negara ekonomi berkembang yang ingin memperkuat pengaruh dalam sistem global yang selama ini didominasi negara Barat.
Kelompok itu awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebelum kemudian diperluas dengan masuknya Mesir, Ethiopia, Iran, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.
India dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT pemimpin BRICS akhir tahun ini. Para menteri luar negeri juga akan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian agenda tersebut.
Namun, perbedaan pandangan di antara sejumlah anggota terkait perang di Timur Tengah dan kritik terhadap negara Barat membuat belum ada kepastian apakah pertemuan itu akan menghasilkan pernyataan bersama.















