Indonesia–Australia perbarui MoU untuk perkuat kerja sama pendidikan dan riset
MoU baru Indonesia–Australia membuka peluang kolaborasi pendidikan dan riset yang lebih luas, termasuk akses kampus asing dan kemitraan akademik lintas negara.
Indonesia dan Australia memperbarui nota kesepahaman (MoU) untuk memperdalam hubungan di sektor pendidikan tinggi dan riset, lapor Antara.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemitraan kedua negara. “MoU yang diperbarui ini menyoroti prioritas kedua pemerintah untuk mendorong kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan riset,” ujarnya dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis.
MoU tersebut, menurut Brazier, juga menegaskan kembali komitmen Jakarta dan Canberra dalam memperluas kerja sama yang sudah berkembang. Pada 2024, sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia menempuh studi di Australia, menjadikan negara tersebut sebagai destinasi utama pelajar Indonesia untuk pendidikan internasional.
Sejumlah perguruan tinggi Australia telah membuka kampus di Indonesia, antara lain Monash University, Western Sydney University, dan Deakin University bekerja sama dengan Lancaster University Inggris. Kehadiran kampus-kampus ini dinilai memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pendidikan dan penelitian berstandar global.
Hingga kini terdapat ratusan kemitraan akademik dan riset antara institusi pendidikan kedua negara yang mendorong inovasi serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Brazier berharap pembaruan MoU pada November ini dapat semakin memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi baru di masa mendatang.