Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meski pemerintah melakukan efisiensi anggaran di tengah tekanan global. Prabowo menekankan bahwa penghematan tidak akan menyasar program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat
Ia menilai kondisi global, termasuk ketidakpastian ekonomi, tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan kebijakan strategis tersebut. Menurutnya, pemerintah masih memiliki berbagai opsi efisiensi di sektor lain tanpa mengorbankan program pemenuhan gizi.
Prabowo juga menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut, kata dia, telah diterapkan di banyak negara dan terbukti memberikan dampak luas, tidak hanya secara sosial tetapi juga ekonomi.
Menurutnya, setiap satu dolar yang dialokasikan untuk MBG dapat menghasilkan manfaat berlipat, yakni antara 7 hingga 35 dolar dalam jangka panjang. Penilaian serupa juga disampaikan oleh World Food Programme.
Ia memastikan pengawasan akan terus diperketat dan sistem pelaksanaan program akan diperbaiki agar kualitas tetap terjaga. Prabowo menegaskan komitmennya untuk mempertahankan MBG sebagai bagian dari kebijakan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Presiden juga menyoroti pentingnya program tersebut dalam mengatasi persoalan gizi, termasuk stunting yang masih ditemukan di berbagai daerah, terutama di wilayah pedesaan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan nyata yang harus segera ditangani.
Dengan berbagai langkah perbaikan dan penguatan pengawasan, pemerintah menargetkan program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.














