BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama perdagangan kayu legal dan kelestarian hutan
Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama perdagangan hasil hutan berkelanjutan dan legalitas kayu. Langkah ini dibahas dalam pertemuan bilateral sela-sela forum APEC EGILAT ke-30 di Shenzhen, China.
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama perdagangan kayu legal dan kelestarian hutan
Delegasi Indonesia-Australia berfoto di pertemuan ke-30 APEC EGILAT di Shenzhen, China (28/7/2026). Foto: Kemenhut RI

Pemerintah Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Australia di sektor kehutanan. Kemitraan strategis kedua negara difokuskan pada penguatan legalitas kayu, perdagangan hasil hutan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola pengelolaan hutan lestari.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Australia di sela-sela Pertemuan ke-30 APEC Experts Group on Illegal Logging and Associated Trade (EGILAT) yang berlangsung di Shenzhen, China, awal pekan ini.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Krisdianto, menegaskan bahwa kedua negara memiliki komitmen serupa dalam menjaga keabsahan rantai pasok produk kayu.

Krisdianto menambahkan, kemitraan yang makin erat ini diproyeksikan bakal mendongkrak kepercayaan pasar global terhadap produk-produk ekspor hasil hutan Indonesia yang dibekali standar ketertelusuran tinggi.

Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan bahwa kolaborasi internasional sektor kehutanan harus berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, dan prinsip keberlanjutan.

Dorong Ekosistem Mangrove hingga Akses Pasar

Selain memperkuat kerangka Cooperation Arrangement on Forestry melalui forum Australia-Indonesia Working Group on Forestry, pertemuan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Isu strategis yang dibahas mencakup penegakan hukum kehutanan, mitigasi kebakaran, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam forum regional tersebut, Indonesia turut memperkenalkan program World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat riset dan konservasi ekosistem pesisir skala global.

Pemerintah Indonesia secara terbuka mengundang pihak Australia untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan WMC melalui skema penelitian bersama, inovasi sains, dan pertukaran keahlian.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pengelolaan hutan lestari dan perdagangan hasil hutan legal di kawasan Asia-Pasifik," ujar Krisdianto.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan China perkuat kemitraan strategis transisi energi bersih dan aksi iklim
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid