ASIA
3 menit membaca
Indonesia dan China perkuat kemitraan strategis transisi energi bersih dan aksi iklim
Indonesia dan China memperkuat kemitraan strategis untuk mempercepat transisi energi bersih, aksi iklim, dan pembangunan hijau. Pertemuan menteri LH dengan utusan khusus China menyepakati fokus investasi terbarukan hingga teknologi iklim.
Indonesia dan China perkuat kemitraan strategis transisi energi bersih dan aksi iklim
Indonesia-China Perkuat Kemitraan Energi Bersih dan Aksi Iklim untuk Kesejahteraan Masyarakat. Foto: Kemenlh

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat kerja sama bilateral dengan Republik Rakyat China. Kemitraan strategis ini difokuskan pada percepatan aksi iklim, transisi energi bersih, serta pembangunan hijau yang berkeadilan demi mendorong kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan resmi antara Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, dan Utusan Khusus Perubahan Iklim China, Liu Zhenmin, di Kantor KLH/BPLH, Jakarta, Kamis (30/7).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pimpinan kedua negara yang menempatkan isu lingkungan hidup dan pembangunan hijau sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral Indonesia–China.

Menteri Jumhur menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebagai hambatan atau beban bagi pembangunan nasional.

"Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Jumhur dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Indonesia kini mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yakni strategi membangun kesejahteraan ekonomi melalui perlindungan lingkungan hidup. Melalui paradigma ini, manfaat dari ekonomi hijau dipastikan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mendukung arah kebijakan tersebut, Indonesia mengintegrasikan tiga pilar utama aksi iklim nasional: mitigasi, adaptasi, dan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini diperkuat melalui penguatan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati, mekanisme pembagian manfaat yang adil, serta penegakan prinsip keadilan iklim.

Kesiapan China dan Empat Fokus Kolaborasi

Menanggapi langkah Indonesia, Utusan Khusus Perubahan Iklim China, Liu Zhenmin, menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Indonesia di tingkat regional maupun global.

"China memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis paling penting di ASEAN dan Negara-Negara Selatan," ungkap Liu.

Ia menegaskan kesiapan Beijing untuk memperdalam kerja sama praktis di sektor energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini bencana, ekonomi sirkular, hingga upaya menjaga kepentingan negara berkembang dalam tata kelola iklim dunia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati empat pilar kerja sama konkret:

  1. Transisi Energi Bersih yang Adil: Mendorong investasi pada energi terbarukan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, penguatan industri panel surya, serta rantai pasok industri hijau.

  2. Inovasi dan Teknologi Lingkungan: Pengembangan sistem peringatan dini bencana berbasis satelit dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), konservasi hutan hujan tropis, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), serta perlindungan keanekaragaman hayati.

  3. Penguatan Kapasitas dan Tenaga Kerja Hijau: Kerja sama riset, pertukaran keahlian, dan pelatihan sumber daya manusia untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai di sektor hijau.

  4. Solidaritas Negara Berkembang: Memperkuat posisi bersama menjelang forum konferensi iklim internasional dengan memegang teguh prinsip tanggung jawab bersama yang dibedakan (Common but Differentiated Responsibilities), sekaligus mendesak negara-negara maju memenuhi janji pendanaan iklim dan transfer teknologi.

Menutup pertemuan, Jumhur berharap kemitraan strategis ini melahirkan dampak positif nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat kedua negara.

"Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin berorientasi pada aksi nyata, inovasi, investasi hijau, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," tutur Jumhur.

TerkaitTRT Indonesia - Investor China lirik Banten untuk pusat data dan teknologi, Pemprov jamin infrastruktur
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Tim SAR dan TNI AL mulai operasi tegakkan kapal Virgo Transport 8, 129 korban masih hilang
Indonesia-Malaysia perkuat ekosistem halal, Gibran dorong dewan halal regional ASEAN dipercepat
Pakar: Ketimpangan pemantauan gunung api di wilayah Indonesia hambat mitigasi bencana
Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia, eks kapal induk Italia resmi ganti nama ‘KRI Sriwijaya’
LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi, Prabowo soroti kemajuan transportasi Jakarta
Basarnas siapkan operasi angkat KM Virgo Transport 8 di tengah hambatan cuaca buruk
Malaysia dan Indonesia perkuat koordinasi atasi kabut asap lintas batas
Antrean BBM capai 1 kilometer di Makassar, Pertamina tambah pasokan dan layanan SPBU
Pergantian Menkeu Indonesia soroti transisi kebijakan dan tantangan fiskal
Indonesia selidiki dugaan dumping produk baja asal China
Cuaca buruk hambat pencarian 129 korban hilang kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
KPK tahan Dirut Summarecon Agung dan pejabat ATR/BPN terkait suap lahan Bogor
Operasi pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda diperpanjang, aksi solidaritas digelar di Medan
22 korban selamat KM Virgo dievakuasi ke Banjarmasin, 129 orang masih dicari
2 kapal perang TNI AL kawal kapal induk Giuseppe Garibaldi saat memasuki Tanah Air
Semeru erupsi tiga kali hari ini, kolom abu capai 1.000 meter di Jawa Timur
Satu bulan karhutla di Kalbar, enam orangutan kembali dievakuasi dari kebun warga
Indonesia, Malaysia, Thailand sepakati prioritas ekonomi IMT-GT hingga tahun 2031
FIFA ASEAN Cup resmi diluncurkan, Indonesia dan Hong Kong jadi tuan rumah perdana
Presiden Prabowo instruksikan 11 kapal TNI AL cari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda