Indonesia mencatat kinerja kuat di sektor pariwisata pada paruh pertama 2026, dengan indikator utama yang menunjukkan pemulihan dan ekspansi berkelanjutan baik dari sisi kunjungan, devisa, maupun investasi.
Dalam periode Januari–Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta orang. Di saat yang sama, sektor ini menghasilkan devisa sebesar $8,43 miliar serta mencatat realisasi investasi sebesar Rp39,68 triliun. Aktivitas wisata domestik juga tetap solid dengan 0,63 miliar perjalanan wisatawan nusantara, memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penopang konsumsi dalam negeri.
Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat agenda pembangunan jangka menengah sektor pariwisata.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Target ambisius 2027
Memasuki 2027, pemerintah mengarahkan kebijakan pada penguatan kualitas destinasi, industri, dan tata kelola investasi.
Agenda prioritas 2027 mencakup penguatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, peningkatan kualitas pariwisata, program Event by Indonesia, serta akselerasi Tourism 5.0. Pada sisi infrastruktur destinasi, bantuan pemerintah untuk peningkatan amenitas dan aksesibilitas ditargetkan naik signifikan dari 92 unit pada 2026 menjadi 150 unit pada 2027, dengan program keselamatan wisata dijalankan di 24 lokasi strategis.
Transformasi digital juga menjadi pilar utama kebijakan, melalui penguatan sistem SISPARNAS dan JADESTA. Platform tersebut ditargetkan menghimpun lebih dari 6.300 data desa wisata di JADESTA, sementara SISPARNAS diperluas untuk menyediakan data atraksi pariwisata di 38 provinsi di Indonesia.
Untuk jangka menengah, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada indikator makro sektor ini.
Pada 2027, kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan mencapai 17,6–19,1 juta orang, dengan perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,28 miliar perjalanan. Di sisi investasi, target dipatok mencapai Rp71 triliun, sementara devisa pariwisata diharapkan berada pada kisaran $25,5–28,6 miliar.




























