Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyerukan agar ASEAN terus memastikan kerja sama regional memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tengah meningkatnya tantangan geopolitik, ekonomi, dan perubahan iklim global.
Pesan tersebut disampaikan Sugiono dalam peringatan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Sabtu (8/8). Peringatan tahun ini menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya dihadiri oleh 11 negara anggota setelah Timor-Leste resmi bergabung dengan ASEAN pada November 2025.
Sugiono mengatakan keberhasilan ASEAN tidak semestinya hanya dinilai dari pencapaian diplomatik, tetapi juga dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, mendapatkan pekerjaan yang layak, hidup dalam kondisi aman, serta memiliki optimisme terhadap masa depan.
“Keberhasilan ASEAN akan diukur dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” ujar Sugiono.
Menurutnya, ASEAN perlu meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai krisis dengan memperkuat ketahanan pangan dan energi serta memastikan perlindungan bagi warga negara ketika terjadi keadaan darurat. Pendidikan dan pengembangan keterampilan generasi muda juga dinilai penting untuk mempersiapkan pemimpin ASEAN di masa depan.
ASEAN perkuat persatuan kawasan
Sejak berdiri pada 1967, ASEAN dinilai telah melewati berbagai ketegangan dan krisis regional dengan mempertahankan prinsip persatuan, perdamaian, serta dialog. Arsitektur kawasan yang dibangun selama hampir enam dekade juga terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan strategis.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan organisasi tersebut telah berkembang dari lima negara pendiri pada 1967 menjadi komunitas beranggotakan 11 negara dengan populasi hampir 700 juta orang. Ia menyambut kehadiran Timor-Leste dalam peringatan Hari ASEAN untuk pertama kalinya sebagai anggota terbaru.
Kao juga menyoroti 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation yang mengedepankan penghormatan timbal balik, kedaulatan, serta penyelesaian sengketa secara damai sebagai prinsip penting bagi stabilitas kawasan.
ASEAN memperingati hari jadinya tahun ini dengan tema “Navigating Our Future, Together”. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. sebagai Ketua ASEAN 2026 turut hadir dalam rangkaian peringatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga menyampaikan ucapan Hari ASEAN dan menegaskan pentingnya hubungan Australia dengan negara-negara ASEAN. Australia merupakan mitra dialog tertua ASEAN dan menyatakan komitmennya untuk bersama-sama membangun kawasan yang lebih damai, stabil, dan sejahtera.
Peringatan di Jakarta dihadiri Sekjen ASEAN, para diplomat negara anggota ASEAN, serta perwakilan berbagai misi diplomatik.


















