ASIA
2 menit membaca
Cuaca ekstrem ganggu operasional, 12 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dialihkan
Hujan lebat disertai potensi geseran angin dan perubahan arah angin menjadi penyebab pengalihan penerbangan.
Cuaca ekstrem ganggu operasional, 12 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dialihkan
Berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain. / Arsip Reuters
6 jam yang lalu

Cuaca buruk di  kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin memicu gangguan terhadap sejumlah operasional penerbangan, terutama saat fase pendaratan.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai potensi geseran angin dan perubahan arah angin yang dapat mengganggu stabilitas pesawat menjadi faktor utama di balik pengalihan sejumlah penerbangan dari bandara tersebut.

Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan kepada Antara bahwa kondisi cuaca tersebut berdampak langsung pada pergerakan pesawat yang hendak mendarat.

“Situasi ini memengaruhi pergerakan penerbangan, khususnya pada tahap pendaratan,” ujarnya.

Berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Selain itu, 14 penerbangan menjalani prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta satu penerbangan kembali ke apron.

Pihak pengelola bandara juga terus melakukan koordinasi intensif bersama AirNav Indonesia, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan operasional tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Di sisi lain, cuaca ekstrem juga sempat berdampak pada fasilitas bandara, yakni gangguan pada sebagian atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Petugas segera melakukan pembersihan serta pembatasan area terdampak untuk mencegah gangguan lebih lanjut terhadap layanan penumpang.

Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara, serta datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca.

TerkaitTRT Indonesia - Cuaca buruk diduga picu pesawat pengangkut BBM jatuh di Nunukan, pilot tewas
SUMBER:TRT Indonesia