Israel luncurkan serangan udara baru di selatan Beirut, memerintahkan evakuasi
Tentara Israel telah melakukan serangkaian serangan udara di seluruh Lebanon sejak Senin, menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai hampir 700 orang lainnya.
Pasukan Israel mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan udara baru di pinggiran selatan Beirut setelah memperingatkan ribuan penduduk untuk mengosongkan kawasan itu.
Pesawat tempur Israel telah melakukan setidaknya lima serangan udara sejauh ini yang menargetkan kawasan Al-Jamous dan Haret Hreik di dekat Rumah Sakit Al-Sahel, Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA melaporkan.
Sebelumnya pada hari Kamis (5/03), tentara Israel memerintahkan penduduk pinggiran selatan Beirut untuk segera mengosongkan rumah mereka menjelang serangan udara baru.
Juru bicara tentara Israel Avichay Adraee secara khusus mendesak penduduk permukiman Burj al-Barajneh dan Hadath untuk bergerak ke timur menuju Gunung Lebanon melalui Jalan Beirut–Damaskus.
Penduduk Haret Hreik dan Shiyah diperintahkan pindah ke utara menuju Tripoli melalui jalan raya Beirut–Tripoli atau ke timur menuju Gunung Lebanon melalui Jalan Tol Metn.
Eskalasi konflik
Tentara Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara di seluruh Lebanon sejak Senin, menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai hampir 700 lainnya menyusul serangan lintas-perbatasan oleh Hezbollah.
Eskalasi itu terjadi setelah serangan bersama Israel-AS terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 900 orang sejak Sabtu, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat militer senior.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk, yang menjadi lokasi aset-aset AS.
Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon yang ditandatangani pada November 2024, melakukan serangan hampir setiap hari yang telah menewaskan dan melukai ratusan orang.
Israel memulai ofensifnya terhadap Lebanon pada Oktober 2023 dan meningkatkannya menjadi perang besar-besaran pada September 2024, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000.