DUNIA
2 menit membaca
China kecam ancaman sanksi AS terhadap bank-banknya terkait Iran
Menteri Keuangan AS mengatakan Washington tidak akan memperpanjang pengecualian yang sebelumnya memungkinkan entitas China membeli sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi.
China kecam ancaman sanksi AS terhadap bank-banknya terkait Iran
Bessent mengatakan China dulu membeli lebih dari 90 persen minyak Iran. / AP
3 jam yang lalu

China mengecam ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi sekunder terhadap dua bank China, dengan menyebut langkah tersebut “ilegal” dan tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

“China menentang sanksi unilateral ilegal tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing.

Pernyataan Guo muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Rabu dalam sebuah pengarahan bahwa Washington telah mengirim surat kepada dua bank China yang menyatakan, “Jika kami dapat membuktikan ada uang Iran yang mengalir melalui akun Anda, maka kami akan menjatuhkan sanksi sekunder.”

Bessent menyebut bahwa China sebelumnya membeli lebih dari 90 persen minyak Iran, yang setara sekitar 8 persen dari kebutuhan energi China.

“Kami telah mengatakan kepada negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, jika uang Iran ada di bank Anda, kami sekarang bersedia menerapkan sanksi sekunder,” kata Bessent kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia juga menyampaikan keyakinan Washington bahwa dengan adanya blokade AS di Selat Hormuz, “akan terjadi jeda dalam pembelian oleh China.”

Bessent juga mengatakan bahwa Washington tidak akan memperpanjang pengecualian yang memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi AS.

AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara Washington dan Tehran di Pakistan pada akhir pekan lalu yang bertujuan mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, namun gagal menghasilkan kesepakatan.

Secara terpisah, menurut laporan South China Morning Post pada Kamis, China terus melakukan diversifikasi cadangan devisanya pada Februari, sambil mengurangi kepemilikan obligasi Treasury AS.

TerkaitTRT Indonesia - Sanksi untuk Kuba, Iran, Irak: Apa yang diungkapkan tentang kekuatan koersif barat?
SUMBER:TRT World & Agencies