Ibadah haji tahunan, salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat Muslim yang mampu, resmi dimulai pada Senin di Arab Saudi. Tahun ini, pelaksanaan haji berlangsung di tengah suhu yang sangat panas serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Otoritas Saudi menyebutkan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri telah tiba untuk menunaikan rangkaian ibadah. Komandan pasukan paspor haji, Saleh bin Saad Al-Murabba, menyampaikan data tersebut pada Jumat lalu, di tengah arus kedatangan jemaah yang terus mengalir ke kota suci Mecca.
Di area Masjidil Haram, para jemaah tampak melakukan tawaf mengelilingi Kaaba dalam kondisi cuaca yang menyengat. Banyak di antara mereka menggunakan payung, kipas tangan, hingga memanfaatkan semprotan air dingin yang disediakan relawan untuk mengurangi risiko dehidrasi.
Salah satu jemaah asal Mesir, Samya Abdul Moneim, mengungkapkan rasa syukur dapat menunaikan ibadah haji setelah menunggu lama. “Saya dalam keadaan penuh berkah dan kebahagiaan. Ini perasaan yang tidak bisa dijelaskan,” ujarnya di Makkah, Minggu.
Setelah tiba di Makkah, para jemaah secara bertahap bergerak menuju tenda-tenda di kawasan Mina, Mina, untuk bermalam dan melanjutkan rangkaian ibadah. Puncak haji akan terjadi pada hari wukuf di Padang Arafah, di Arafat, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, di mana jutaan jemaah akan berdoa dan memohon ampunan.
Di luar pelaksanaan ibadah, ketegangan regional turut mewarnai suasana haji tahun ini. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyebut adanya kemajuan kesepakatan terkait konflik dengan Iran, termasuk kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya terdampak ketegangan militer di kawasan.
Sejumlah negara dengan populasi Muslim besar, termasuk Indonesia dan India, disebut telah memperkuat langkah antisipasi dan penyesuaian biaya perjalanan haji akibat ketidakpastian global dan kenaikan harga energi.
Meski berlangsung di tengah situasi regional yang tidak stabil, ibadah haji tetap menjadi momen spiritual besar yang menyatukan umat Muslim dari berbagai negara, bahasa, dan latar belakang dalam satu rangkaian ibadah di tanah suci.












