DUNIA
2 menit membaca
Prabowo undang Rusia garap 138 blok energi seiring penguatan kemitraan strategis bilateral
Tidak hanya pada sektor energi, Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dalam pertemuan di forum ekonomi tersebut.
Prabowo undang Rusia garap 138 blok energi seiring penguatan kemitraan strategis bilateral
Presiden RI Subianto bertemu Presiden Rusia Putin di Vladivostok.

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang investasi besar bagi Rusia di sektor energi Indonesia dengan menawarkan keterlibatan dalam 138 blok eksplorasi yang kini tersedia. Tawaran tersebut disampaikan langsung dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok, menandai intensifikasi hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika energi global.

“Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi, dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut,” ujar Prabowo.

Langkah ini menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas antara Jakarta dan Moskow, termasuk penjajakan proyek bersama di sektor hilir energi seperti pembangunan kilang dan terminal penyimpanan. 

Pemerintah Indonesia, menurut Presiden, tengah menimbang berbagai skema kerja sama yang dinilai saling menguntungkan.

“Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi,” katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Prabowo dan Putin bertemu di EEF, perkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia

Kolaborasi strategis

Meski Indonesia memiliki cadangan gas alam cair (LNG) yang melimpah dan tidak secara langsung membutuhkan impor gas dari Rusia di sejumlah sektor, Prabowo menegaskan bahwa kolaborasi tetap terbuka, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan proyek strategis.

Di luar energi, kemitraan kedua negara juga merambah industri pupuk dan pengolahan mineral.

“Proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh,” kata Prabowo.

Pada sektor hilirisasi pertambangan, Indonesia juga menggandeng perusahaan aluminium Rusia, Rusal, yang disebut akan masuk dalam skala besar untuk mengembangkan fasilitas pemurnian bersama mitra domestik.

Selain memaparkan peluang investasi, Prabowo turut menekankan posisi strategis Indonesia dalam peta ekonomi kawasan. 

“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas,” ujarnya.

Dari pihak Rusia, Presiden Vladimir Putin menggambarkan Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Moskow di kawasan Asia-Pasifik sekaligus sahabat terpercaya di lingkungan ASEAN, memperkuat sinyal bahwa hubungan bilateral memiliki dimensi geopolitik dan ekonomi yang semakin penting.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ruang kerjasama kedua negara masih terbuka luas. “Kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia,” katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Rusia berpeluang teken sejumlah kesepakatan baru pada September
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi