DUNIA
2 menit membaca
Iran undang Prabowo ke Teheran, Indonesia percaya komitmen damai Iran akhiri perang
Ketua MPR RI menegaskan dorongan Indonesia agar ketegangan antara Iran dan AS dapat diselesaikan melalui meja perundingan seiring eskalasi serangan yang meningkat di Timur Tengah.
Iran undang Prabowo ke Teheran, Indonesia percaya komitmen damai Iran akhiri perang
Ketua MPR Ahmad Muzani berbicara kepada awak media soal undangan Teheran kepada Presiden Prabowo. /Foto: Antara

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Teheran, di sela kunjungan delegasi Indonesia ke Masyhad pekan lalu.

Undangan tersebut diterima saat Muzani bersama Menteri Luar Negeri Sugiono menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai utusan khusus Presiden. 

“Pemerintah Iran berharap mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran,” ujar Muzani di Jakarta, Selasa, seraya menambahkan bahwa undangan itu telah diteruskan kepada Prabowo, meski belum ada tanggapan resmi.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Indonesia-Iran perkuat kemitraan, dorong penyelesaian konflik lewat diplomasi

Dalam kunjungan itu, delegasi Indonesia juga bertemu dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang diketahui berperan sebagai kepala perunding Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. 

Muzani menilai Ghalibaf memiliki komitmen kuat untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Kami tidak meragukan komitmennya untuk mengakhiri perang,” kata Muzani, menegaskan harapan Indonesia dan komunitas internasional agar ketegangan antara Iran dan AS dapat diselesaikan secara damai.

Selain menyampaikan undangan, pertemuan tersebut juga diwarnai pesan solidaritas dari Indonesia atas wafatnya Khamenei. Muzani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran dan berharap mereka diberi ketabahan menghadapi masa berkabung.

Di tengah situasi konflik, Muzani menggambarkan kondisi di Masyhad tetap berjalan normal tanpa tanda-tanda aktivitas militer yang mencolok. Ia juga menyebut isu keamanan pelayaran, termasuk lintasan kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz, turut dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut.

“Meski dalam situasi sulit, kami berharap semua pihak dapat menemukan solusi damai atas konflik yang terjadi,” ujarnya.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia masih membuka peluang jadi mediator konflik AS-Iran
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi