Gandeng China, Indonesia percepat transformasi manufaktur berbasis AI

Kementerian Perindustrian menjalin kemitraan strategis dengan China untuk membangun platform teknologi digital dan kecerdasan buatan demi memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.

By
FOTO ARSIP: Ilustrasi menunjukkan huruf AI (Kecerdasan Buatan) dan papan induk komputer. / Reuters

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi memulai kolaborasi strategis dengan China untuk mengakselerasi transformasi sektor manufaktur. Langkah ini difokuskan pada integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna menciptakan industri yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan industri dalam negeri adalah harga mati agar Indonesia mampu bersaing di pasar internasional yang kian kompetitif.

Kunci daya saing melalui Industri 4.0

Menurut Menperin Agus, digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi utama bagi ketahanan industri masa depan. Implementasi Industri 4.0 diharapkan dapat memacu produktivitas serta mempercepat lahirnya inovasi di berbagai lini produksi.

"Digitalisasi dan implementasi Industri 4.0 adalah kunci untuk mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh. Hal ini sangat diperlukan untuk menavigasi lanskap global sekaligus meningkatkan daya saing kita," ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (14/4).

Fokus pada SDM dan talenta digital

Transformasi teknologi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, menyoroti bahwa revolusi industri tengah mengubah total cara kerja pabrik, sehingga diperlukan tenaga kerja dengan keterampilan teknologi tingkat lanjut.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menjelaskan bahwa aliansi ini bertujuan memperdalam integrasi antara dunia industri dan institusi pendidikan di kedua negara.

"Saat ini, anggota aliansi mencakup institusi pendidikan dan industri baik di Indonesia maupun China. Kami berharap lebih banyak perusahaan yang berpartisipasi aktif ke depannya," kata Wulan.

Kolaborasi vokasi dan standar global

Pihak China melalui Wakil Presiden Irootech Technology Co. Ltd., Ye Fei, menyatakan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menuju ajang internasional WorldSkills Competition.

"Kami berharap dapat bersama-sama menjajaki pertukaran talenta, khususnya di sektor industri digital, untuk mendorong pengembangan bakat-bakat digital di sektor industri Indonesia," ungkap Ye Fei.

Sebagai informasi tambahan bagi masyarakat, Pemerintah Indonesia saat ini mengelola 13 perguruan tinggi vokasi dan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) industri. Pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2026 kini telah resmi dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi jarvis.kemenperin.go.id.