Pemerintah Indonesia menetapkan sasaran nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 pada 2027, di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.
Target tersebut menjadi bagian dari kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto di hadapan parlemen.
Penetapan rentang kurs itu muncul setelah rupiah sempat menyentuh titik terlemah sepanjang sejarah di sekitar Rp17.706 per dolar AS pada Mei 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
“Strategi fiskal dan moneter kita harus mampu menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ujar Prabowo.
Selain kurs, pemerintah juga mengunci sejumlah asumsi makro lain untuk menopang stabilitas. Inflasi ditargetkan terkendali di kisaran 1,5–3,5 persen, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun diperkirakan bergerak di rentang 6,5–7,3 persen.
Dari sisi fiskal, defisit anggaran 2027 diarahkan menyempit ke 1,8–2,4 persen dari PDB, lebih rendah dibanding proyeksi tahun sebelumnya yang mendekati 3 persen.
Pemusatan kontrol ekspor sawit dan komoditas utama
Pendapatan negara dipatok sebesar 11,82–12,40 persen dari PDB, dengan belanja berada di kisaran 13,62–14,80 persen. Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat penerimaan, termasuk rencana pembentukan badan baru yang akan mengelola ekspor komoditas utama seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara.
Di tengah sorotan investor global terhadap kredibilitas kebijakan, Presiden menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Jika kita bersatu dan bekerja bersama, pemerintah dan sektor swasta, kita bisa menciptakan kemakmuran besar,” katanya.
Dengan kombinasi kebijakan tersebut, ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh 5,8–6,5 persen pada 2027.
Pemerintah berharap stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ini dapat membantu menekan tingkat kemiskinan ke kisaran 6,0–6,5 persen serta menurunkan pengangguran terbuka menjadi sekitar 4,3–4,87 persen.
Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia dipatok pada kisaran 70–95 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak 602–615 ribu barel per hari dan gas 934–977 ribu barel setara minyak per hari.
Seluruh indikator ini menjadi fondasi untuk menjaga keseimbangan fiskal sekaligus menopang stabilitas rupiah menuju target 2027.












