Iran desak negara anggota D-8 kutuk keras eskalasi dan serangan AS-Israel ke Iran
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas, Iran meminta dukungan rekan-rekan anggota D-8 untuk mengutuk keras serangkaian serangan AS dan Israel di beberapa kota Iran, yang menewaskan sejumlah pejabat penting dan sipil.
Pemerintah Iran mendesak negara-negara anggota Developing-8 (D-8) untuk mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada akhir pekan lalu (28/2).
Desakan itu disampaikan oleh Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran untuk Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3). Menurut Boroujerdi, Indonesia, sebagai tuan rumah KTT D-8 tahun ini, memiliki posisi strategis untuk mendorong solidaritas dan sikap moral forum negara berkembang itu.
“Kami berharap D-8 berdiri di sisi yang benar dari sejarah dan menyatakan kutukan yang tegas terhadap penyerangan yang menimpa negara kami,” ujarnya.
Boroujerdi menegaskan bahwa organisasi ini harus bersikap jelas dan tidak ambigu menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi.
“Langkah pertama yang kami harapkan adalah kutukan yang kuat dan serius. Setelah itu, Iran akan menentukan langkah-langkah berikutnya,” tambahnya.
Serangan udara yang dilancarkan pada 28 Februari lalu menghancurkan pusat kekuasaan Iran dan menewaskan sejumlah pejabat penting, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan beberapa negara Teluk, yang memicu peningkatan ketegangan di Timur Tengah.
D-8 sendiri merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang saat ini beranggotakan Indonesia, Türkiye, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Azerbaijan yang resmi bergabung pada Desember 2024.
Tahun ini, Indonesia sebagai Ketua D-8 mengangkat tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity” (Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama)
KTT D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April 2026 berfokus memperkuat posisi negara-negara Global South di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme.