Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9). Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaporkan proyek tersebut dibangun sepenuhnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD dengan anggaran Pemprov DKI Jakarta. Investasinya mencapai Rp12,1 triliun, sementara satu rangkaian kereta mampu mengangkut 270 penumpang.
"Kalau ini sudah dijalankan maka hariannya kurang lebih 80 ribu penumpang setiap harinya," ujar Pramono.
Selama delapan hari pertama setelah peresmian, masyarakat akan mendapatkan tarif khusus sebesar Rp8 untuk memperkenalkan layanan tersebut.
Prabowo mengapresiasi pembangunan LRT dan menyebut perkembangan transportasi publik sebagai bagian dari kemajuan Indonesia yang berlangsung secara bertahap.
"Hari ini adalah hari yang membanggakan, bahwa bangsa kita terus teratur, mungkin tidak fantastis, tapi kita maju setapak demi setapak, demi setapak. Tadi dikatakan 5, 6 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang," ujar Prabowo.
Ia mengatakan LRT melengkapi KRL, TransJakarta, Trans Jabodetabek, dan kereta bandara yang telah tersedia di Manggarai.
Saat peresmian, Prabowo didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin.
Pramono melaporkan ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen pada triwulan berjalan, dengan inflasi 2,5 persen dan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 16,32 persen.
Investasi Jakarta yang pada 2021 mencapai Rp103 triliun disebut meningkat 162 persen dalam dua tahun terakhir. Realisasinya mencapai Rp270 triliun pada 2025 dan Rp173 triliun pada triwulan kedua 2026.
"Tadi dilaporkan oleh Gubernur, pertumbuhan DKI meningkat, perusahaan-perusahaan yang tadi agak lesu sekarang bangkit, investasi naik luar biasa. Jadi ini menunjukkan bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong royong dan harus gotong royong, tapi bisa dan mau gotong royong, mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa. Saya yakin itu," ucap Kepala Negara.























