Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Data resmi Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan Indonesia mencapai 4,76 persen (yoy) pada Februari 2026, naik dari Januari.
Indonesia mencatat lonjakan inflasi tahunan pada Februari 2026, data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi mencapai 4,76 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi Januari 2026 yang tercatat 3,55 persen (yoy).
Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026.
“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada bulan Februari tahun 2025 menjadi 110,50 pada Februari tahun 2026,” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/03).
Secara bulanan, inflasi tercatat 0,68 persen (month-to-month/mtm), sementara inflasi tahun kalender mencapai 0,53 persen (year-to-date/ytd).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tingginya inflasi tahunan tidak terlepas dari efek basis pembanding yang rendah (low base effect) pada periode sebelumnya.
Dari sisi kelompok pengeluaran, tekanan inflasi terutama berasal dari perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencatat inflasi 16,19 persen dengan kontribusi 2,26 persen terhadap inflasi total.
"Dilihat dari kelompoknya, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen, dengan andil 2,26 persen,” kata Ateng.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan signifikan, yakni 16,66 persen dengan andil 1,12 persen, didorong oleh kenaikan harga emas dan perhiasan.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,51 persen dan memberikan andil 1,05 persen terhadap inflasi tahunan.
Untuk inflasi bulanan, BPS mencatat kenaikan harga terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,54 persen dengan kontribusi 0,45 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut menambah tekanan dengan inflasi 2,55 persen dan andil 0,19 persen.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, inflasi Februari 2026 juga jauh lebih tinggi dibandingkan Januari dan Februari 2025 yang masing-masing hanya 0,76 persen dan 0,09 persen, mencerminkan perubahan signifikan dalam dinamika harga konsumen sepanjang satu tahun terakhir.