Kebakaran besar melanda kawasan Kasepuhan Adat Cipta Mulya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7), menghanguskan puluhan rumah warga dan memaksa ratusan penduduk mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah kini bergerak cepat menangani dampak bencana sekaligus menyiapkan rekonstruksi permukiman yang terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 51 rumah mengalami kerusakan berat akibat peristiwa tersebut. Selain permukiman, api juga melahap sejumlah fasilitas penting, termasuk rumah ibadah, gedung PAUD, sarana kebersihan umum, serta lumbung dan alat penumbuk padi tradisional milik masyarakat adat.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting arus listrik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin.
Sebanyak 159 warga dari 51 kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini. Mayoritas korban, yakni 132 orang, memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara 27 lainnya bertahan di tenda darurat yang didirikan di kawasan Kasepuhan Cipta Mulya.
Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 13.00 WIB dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah adat yang sebagian besar berbahan mudah terbakar. Tim gabungan telah berhasil memadamkan api dan kini fokus pada pembersihan puing serta penanganan lanjutan bagi para korban.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengaktifkan posko tanggap darurat, termasuk dapur umum, tenda pengungsian, pos logistik, dan layanan kesehatan. BNPB turut menyalurkan bantuan awal berupa 100 paket sembako, perlengkapan keluarga, tenda pengungsi, serta fasilitas sanitasi darurat.
Imbauan ‘tetap tenang’
Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan seluruh rumah yang terbakar akan dibangun kembali. Ia menegaskan kawasan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga.
“Saya sudah menyampaikan 51 rumah yang terbakar itu akan segera kembali dibangun oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dedi atau yang juga kerap disapa KDM.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang, seraya memastikan pemerintah akan segera turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses pemulihan. Menurutnya, komunitas adat Cipta Mulya dikenal mandiri dan menjaga tradisi secara turun-temurun, sehingga pemulihan kawasan ini menjadi prioritas.
Sebelumnya, aparat setempat sempat memperkirakan jumlah rumah terdampak mencapai sekitar 70 unit. Namun, data resmi BNPB kemudian menetapkan angka kerusakan berat pada 51 rumah, sementara proses verifikasi lanjutan masih terus dilakukan.
Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi kini menjadi fokus utama, seiring langkah pemerintah untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat yang terdampak bencana tersebut.























