Bank Dunia mengumumkan pemberian jaminan keuangan senilai 750 juta dolar AS (sekitar Rp13,45 triliun) untuk mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Fasilitas jaminan ini diterbitkan oleh Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), anggota grup Bank Dunia. Melalui skema ini, raksasa keuangan global HSBC akan mengucurkan pinjaman dalam dua tahap kepada Bank Mandiri dengan jangka waktu tiga tahun.
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyambut baik dukungan internasional tersebut.
"Transaksi ini menjadi tonggak penting bagi Bank Mandiri sekaligus menegaskan kepercayaan komunitas keuangan internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kekuatan institusi kami," ujar Ari.
Sektor UMKM memegang peranan krusial bagi perekonomian nasional dengan menyumbang sekitar 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 1,45 triliun dolar AS, serta menyerap mayoritas tenaga kerja di Tanah Air.
Bank Dunia menyatakan dana dari pinjaman ini akan dialokasikan untuk membiayai serta mendanai ulang kredit bagi pelaku usaha ritel, jasa, pedagang kaki lima, petani, hingga nelayan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga 22 Juli tahun ini, program KUR secara nasional telah menjangkau 2,65 juta debitur dengan total penyaluran mencapai Rp169 triliun.
Selain itu, program ini juga memberi perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan. Bank Dunia mencatat sekitar 65 persen UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola oleh perempuan.
"Pengusaha perempuan berada di pusat peluang ini. Akses yang lebih luas ke kredit formal menjadi penggerak kuat bagi kesejahteraan yang merata," tulis pernyataan resmi Bank Dunia.
Guna mendukung komitmen tersebut, Bank Mandiri juga telah menyusun Gender Action Plan untuk memperluas porsi penyaluran kredit kepada bisnis-bisnis yang dikelola oleh perempuan.













