Malaysia tengah mempersiapkan operasi cloud seeding atau penyemaian awan, termasuk di wilayah udara Indonesia, sebagai respons terhadap memburuknya kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan yang meluas di Indonesia.
Otoritas Malaysia menyebut langkah ini telah dibahas dengan pemerintah Indonesia dan mendapat persetujuan penggunaan ruang udara Indonesia untuk operasi tersebut.
Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat terkait rencana itu.
Menurut laporan kantor berita Bernama, kedua negara kini mengoordinasikan waktu pelaksanaan operasi di sepanjang kawasan perbatasan yang terdampak paling parah. Metode cloud seeding dilakukan dengan menyebarkan partikel tertentu ke dalam awan untuk memicu hujan buatan, yang diharapkan dapat menekan sebaran asap sekaligus membantu pemadaman titik api.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan akibat kombinasi fenomena El Niño dan musim angin muson barat daya, yang diperkirakan berlanjut hingga Oktober.
Dampak kebakaran sudah meluas. Sekitar 285.000 hektare lahan di Indonesia dilaporkan terdampak sepanjang tahun ini, sementara sekitar 3 juta warga telah terpapar asap, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia yang dikutip Antara.
Di Malaysia, indeks kualitas udara di 10 wilayah pada empat negara bagian tercatat berada pada kategori tidak sehat, dengan Serian mendekati level “sangat tidak sehat”.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan situasi masih terkendali meski risiko meningkat. “Indonesia saat ini menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar juru bicara BNPB Berton Panjaitan, seraya menambahkan bahwa operasi darat dan udara terus dilakukan, termasuk pemadaman melalui water bombing dan modifikasi cuaca.
Di sisi penegakan hukum, Presiden Indonesia telah memerintahkan pencabutan izin usaha perusahaan yang diduga terlibat pembakaran lahan.
Kepolisian juga telah menetapkan 72 tersangka di sembilan wilayah, menyebut adanya barang bukti berupa botol plastik berisi solar dalam sejumlah kasus dugaan pembakaran disengaja.


















