BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Kawasan Salor memiliki luas sekitar 40.000 hektare dan ditargetkan sebagai salah satu wilayah strategis untuk pengembangan produksi pangan di Papua Selatan.
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Kerja sama juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi dan penguatan ekosistem pangan di kawasan transmigrasi Salor. / Dok. Kementerian Transmigrasi

Indonesia dan China membuka peluang kerja sama baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Papua Selatan, melalui penguatan riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kunjungan kerja Kementerian Transmigrasi bersama Kedutaan Besar China di kawasan tersebut menitikberatkan pada upaya memperkuat ketahanan pangan nasional serta pengembangan ekonomi berbasis desa dan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa hasil riset Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025 menemukan sejumlah hambatan utama dalam peningkatan hasil pertanian, mulai dari kualitas bibit, serangan hama, sistem irigasi, hingga infrastruktur jalan usaha tani.

“Dari hasil kajian Tim Ekspedisi Patriot, ada beberapa persoalan yang mempengaruhi produktivitas, seperti bibit, hama, irigasi, serta akses jalan usaha tani. Pemerintah daerah juga mengusulkan penguatan sarana pendukung seperti bengkel alat pertanian,” ujarnya saat kunjungan di Distrik Kurik.

Kawasan Salor memiliki luas sekitar 40.000 hektare dan diposisikan sebagai salah satu wilayah strategis untuk pengembangan produksi pangan di Papua Selatan.

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyebut wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian berbasis teknologi modern. “Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat dan dengar hari ini. Ada banyak potensi di sini,” kata Wang Lutong.

Menteri Transmigrasi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan masyarakat Papua melalui kerja sama pendidikan vokasi dan penguatan kapasitas. Selain riset, kerja sama juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi serta penguatan ekosistem pangan di kawasan transmigrasi Salor.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas peran kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur.

TerkaitTRT Indonesia - Kementan akselerasi tanam padi 750 hektare di Lamongan hadapi ancaman El Nino
SUMBER:TRT Indonesia