BMKG perkirakan musim hujan Indonesia kembali normal pada 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pola musim hujan di Indonesia akan kembali normal pada 2026. Kondisi ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi panen komoditas utama seperti kelapa sawit.
BMKG menyampaikan bahwa musim hujan pada 2026 diperkirakan tidak sebasah tahun 2025. Pola cuaca La Nina yang biasanya membawa curah hujan tinggi diprediksi melemah dan berakhir pada akhir kuartal pertama 2026.
Pejabat bidang iklim BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan kondisi iklim yang relatif lebih kering dibanding tahun sebelumnya dapat menjadi peluang untuk memperbaiki efisiensi panen, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Kondisi iklim yang tidak sebasah 2025 bisa dioptimalkan untuk efisiensi panen dan logistik perkebunan sawit,” ujar Ardhasena kepada wartawan, dikutip dari Reuters.
Selain sawit, ia mengingatkan produsen tebu dan tembakau untuk tetap bersiap menghadapi hujan yang berpotensi turun pada musim kemarau. Hal ini mengingat karakter cuaca Indonesia yang sangat bervariasi antarwilayah karena bentuknya sebagai negara kepulauan.
BMKG juga memperkirakan Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada Juni mendatang. Pada periode tersebut, pemerintah diminta mewaspadai potensi penurunan kualitas udara, terutama di kawasan industri dan wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai catatan, musim kemarau 2023 menjadi yang terparah dalam empat tahun terakhir akibat fenomena El Nino. Saat itu, kekeringan berkepanjangan menyebabkan kerusakan tanaman pangan serta memperburuk kebakaran hutan di sejumlah daerah.