Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan dukungan penuh terhadap Gianni Infantino untuk melanjutkan masa jabatannya sebagai Presiden FIFA, dengan menilai kepemimpinannya telah membawa dampak konkret bagi perkembangan sepak bola nasional.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa di bawah Infantino, FIFA tidak hanya berperan sebagai regulator global, tetapi juga mitra strategis bagi Indonesia.
“FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Sebuah langkah yang berbeda dengan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) yang baru-baru ini mengancam untuk memboikot FIFA akibat beberapa kebijakan yang diambil dan diajukan oleh Infantino, termasuk isu penjualan saham Piala Dunia.
Menurut Erick, berbagai inisiatif FIFA telah diterjemahkan menjadi kemajuan nyata di dalam negeri. Salah satu pencapaian penting adalah pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui program FIFA Forward, dengan dukungan pendanaan awal sebesar 5,4 juta dolar AS untuk fasilitas seluas 34,5 hektare.
Selain infrastruktur, Indonesia juga ditetapkan sebagai pusat operasional FIFA untuk Asia Tenggara dan Asia Timur melalui penunjukan Jakarta sebagai FIFA Hub. Kesepakatan yang diteken pada Juni 2025 itu menjadikan Indonesia melayani 21 asosiasi anggota di kawasan.
Erick menilai langkah tersebut mencerminkan visi pemerataan perkembangan sepak bola global.
Program lain seperti FIFA Talent Development Scheme, Football for Schools, hingga pembangunan lapangan mini melalui FIFA Arena turut memperkuat pembinaan di tingkat akar rumput. Erick menyebut kemajuan tersebut sulit dicapai tanpa dukungan FIFA.
“Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud,” katanya.
Menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang yang akan menentukan kepemimpinan berikutnya, PSSI memastikan dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai kawasan, termasuk Afrika melalui CAF yang memiliki 54 anggota, serta sejumlah negara Asia Barat seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, ditambah dukungan dari sebagian Amerika Selatan.
PSSI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan FIFA dan asosiasi anggota lain demi mendorong perkembangan sepak bola yang lebih inklusif secara global.




















