BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia-Malaysia perkuat kerja sama semikonduktor dan perdagangan perbatasan
Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama antar provinsi, terutama wilayah Sumatera dengan Semenanjung Malaysia serta Kalimantan dan Sulawesi dengan Sabah dan Sarawak.
Indonesia-Malaysia perkuat kerja sama semikonduktor dan perdagangan perbatasan
Kunjungan ini membahas agenda konsultasi tahunan dan pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation tingkat menteri luar negeri. / Kementerian Luar Negeri RI
8 jam yang lalu

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arif Havas Oegroseno, menyelesaikan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur pada 30–31 Maret 2026, untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi, keamanan energi, dan sektor semikonduktor dengan pejabat Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu Havas bertemu dengan Wamenlu Malaysia, Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Direktur Jenderal Majelis Keselamatan Negara, serta perwakilan industri semikonduktor setempat.

Fokus utama diskusi mencakup isu geopolitik, perdagangan antar provinsi di wilayah perbatasan, permasalahan maritim, Community Learning Center (CLC), serta ketahanan energi.

“Indonesia dan Malaysia beruntung memiliki sumber energi alternatif, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada Timur Tengah. Bauran energi kita juga cukup tinggi, didukung oleh kerja sama BUMN migas kedua negara untuk mendorong diversifikasi crude oil,” ujar Wamenlu Havas, menyoroti pentingnya ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong kemitraan Malaysia untuk perkuat industri semikonduktor

Perdagangan perbatasan

Dalam bidang perdagangan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama antar provinsi, terutama wilayah Sumatera dengan Semenanjung Malaysia serta Kalimantan dan Sulawesi dengan Sabah dan Sarawak. Langkah ini mendapat sambutan positif dari pihak Malaysia yang menekankan pentingnya peningkatan kontak dagang di perbatasan.

Diskusi dengan industri semikonduktor Malaysia menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di pasar niche, termasuk pusat data, otomotif, dan perangkat kesehatan, memanfaatkan keunggulan Indonesia dalam desain chip untuk mendukung kedaulatan data regional.

Kunjungan ini juga membahas agenda konsultasi tahunan antara pemimpin kedua negara dan pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation tingkat menteri luar negeri yang dijadwalkan pada 2026.

Langkah diplomatik ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menghadapi tantangan geopolitik sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dan teknologi, dengan fokus pada energi, perdagangan perbatasan, dan semikonduktor sebagai sektor strategis.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Malaysia perkuat diplomasi bilateral hadapi tantangan global
SUMBER:TRT Indonesia