Jumlah korban tewas akibat protes di Iran telah meningkat menjadi 4.029, kata sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS pada hari Senin (19/01).
Sebanyak 26.015 orang telah ditangkap hingga hari ke-23 unjuk rasa nasional di negara itu, menurut data yang dikompilasi oleh organisasi tersebut.
Setidaknya 5.811 orang mengalami cedera parah selama protes, menurut laporan tersebut.
Iran terus diguncang gelombang protes sejak bulan lalu, dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, sebagai protes atas depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi.
Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota lainnya.
Pejabat menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka gambarkan sebagai "perusuh bersenjata", yang telah melakukan beberapa serangan di tempat umum di seluruh negeri.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan "memukul keras" jika pengunjuk rasa terbunuh, tetapi kemudian memuji Teheran karena dilaporkan membatalkan ratusan eksekusi yang dijadwalkan.

















