BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia batasi produksi nikel untuk jaga stabilitas harga global
Pemerintah saat ini masih mengevaluasi kuota produksi untuk menyesuaikan kebutuhan industri pengolahan nikel nasional. Evaluasi dilakukan setelah sejumlah smelter melaporkan keterbatasan pasokan bijih nikel.
Indonesia batasi produksi nikel untuk jaga stabilitas harga global
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi bijih nikel tahun ini sekitar 260 juta ton metrik. / Arsip Reuters

Indonesia memperketat pengendalian produksi bijih nikel pada 2026 untuk memastikan pasokan bagi smelter domestik tetap tersedia sekaligus mencegah kelebihan pasokan yang dapat menekan harga global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi bijih nikel tahun ini sekitar 260 juta ton metrik, turun dari produksi 2025 yang mencapai sekitar 320 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno sebelumnya mengatakan pemerintah tidak akan memberikan tambahan kuota produksi secara luas. Peningkatan hanya dilakukan secara terbatas bagi smelter yang masih mengalami kekurangan bahan baku.

"Untuk nikel, tidak ada peningkatan kecuali untuk memenuhi kebutuhan smelter yang masih kekurangan pasokan," ujar Tri.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar dan mencegah kelebihan pasokan yang dapat melemahkan harga nikel internasional.

Harga nikel di London Metal Exchange sempat naik hingga sekitar $20.000 per ton pada Mei 2026 setelah Indonesia membatasi produksi, sebelum turun ke kisaran $16.650 per ton pada Juli 2026.

Pemerintah saat ini masih mengevaluasi kuota produksi untuk menyesuaikan kebutuhan industri pengolahan nikel nasional. Evaluasi dilakukan setelah sejumlah smelter melaporkan keterbatasan pasokan bijih nikel.

Di tengah pembatasan pasokan dari Indonesia, harga nikel mendapat dukungan dari berkurangnya kekhawatiran terhadap lonjakan produksi. Namun, penguatan harga masih tertahan oleh permintaan fisik yang belum pulih sepenuhnya serta tingginya persediaan di pasar.

Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar dunia. Pemerintah berupaya menjaga daya saing industri nikel nasional sekaligus mempertahankan stabilitas harga di pasar global.

TerkaitTRT Indonesia - Harga nikel naik di tengah penurunan output industri di Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi