BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
Pengiriman tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat berupaya mendiversifikasi sumber pasokan aluminium akibat terganggunya pengiriman dari negara-negara Teluk di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
Perusahaan menargetkan penjualan aluminium batangan atau aluminium ingot mencapai hingga 350.000 ton sepanjang tahun 2026. / Dok. Alamtri

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melalui anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), memulai ekspor aluminium primer ke pasar internasional dengan pengiriman perdana ke Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Juni 2026.

Berdasarkan data platform perdagangan Export Genius yang dikutip Reuters, KAI mengirimkan 31.494 metrik ton aluminium primer ke Amerika Serikat dan 3.569 metrik ton ke Korea Selatan sepanjang Juni.

Smelter yang berlokasi di Kalimantan itu mulai memasuki tahap komisioning fase pertama pada akhir 2025 dengan kapasitas awal 500.000 ton aluminium ingot per tahun, yang direncanakan meningkat secara bertahap hingga mencapai 1,5 juta ton.

Pengiriman tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat berupaya mendiversifikasi sumber pasokan aluminium akibat terganggunya pengiriman dari negara-negara Teluk di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Gangguan pasokan itu sempat mendorong premi aluminium di pasar AS ke level tertinggi pada bulan lalu.

Data Export Genius menunjukkan muatan yang dikirim ke Amerika Serikat dibeli oleh perusahaan perdagangan komoditas Mercuria dan diberangkatkan dari Indonesia pada 10 Juni menuju Brownsville, Texas. Sementara itu, pengiriman ke Korea Selatan dibeli oleh Vitol dan berlayar menuju Incheon setelah meninggalkan Indonesia pada 29 Juni.

Sebelumnya, sekitar 18.500 metrik ton aluminium dari proyek smelter Juwan di Indonesia yang dikembangkan perusahaan China, Tsingshan dan Xinfa, juga telah dikirim ke Amerika Serikat pada Maret lalu.

Juru bicara Alamtri mengatakan proyek smelter aluminium perseroan mendapat minat yang kuat dari calon pelanggan. Perusahaan menargetkan penjualan aluminium batangan atau aluminium ingot mencapai hingga 350.000 ton sepanjang tahun ini untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.

TerkaitTRT Indonesia - AS beri pengecualian tarif untuk suku cadang dan komoditas perkebunan Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri
I Squared akuisisi Cella, siapkan ekspansi gudang logistik di Indonesia
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir