Perusahaan investasi infrastruktur global asal Miami, I Squared Capital, resmi mengakuisisi perusahaan logistik dan rantai dingin (cold storage) asal Indonesia, Cella. Langkah ini menandai masuknya I Squared ke pasar ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan rencana ekspansi agresif selama empat hingga lima tahun ke depan.
Senior Partner I Squared, Harsh Agrawal, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas gudang dan rantai dingin Cella dari sekitar 231.000 meter persegi saat ini menjadi sekitar 1,5 juta meter persegi.
I Squared mengambil alih seluruh kepemilikan saham Cella dari NWP Property dan spesialis fasilitas logistik asal Jepang, CRE. Meski nilai transaksinya tidak diungkapkan, proses akuisisi ini ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026. Manajemen Cella di bawah kepemimpinan CEO Bonny Setiawan dipastikan tetap bertahan untuk mengelola operasional perusahaan.
Di tengah dinamika pasar keuangan Indonesia saat ini, I Squared memilih untuk fokus pada potensi pertumbuhan jangka panjang. Pasar logistik industri Indonesia dinilai sangat potensial seiring tingginya konsumsi domestik, pesatnya adopsi e-commerce, serta diversifikasi rantai pasok manufaktur global.
"Di luar dinamika jangka pendek yang ada, kami sangat percaya pada rekam jejak pertumbuhan jangka panjang pasar Indonesia," ujar Agrawal kepada Reuters.
Satu nada dengan Agrawal, CEO Cella Bonny Setiawan menyambut positif kemitraan ini. Ia menilai I Squared memiliki visi yang sama dalam melihat potensi logistik di Tanah Air.
"I Squared adalah mitra yang ideal bagi tim kami, sebuah firma yang memahami secara mendalam tentang infrastruktur dan berbagi keyakinan dengan kami terhadap potensi logistik Indonesia," kata Bonny.
Didirikan pada 2022 di Jabodetabek, Cella saat ini memiliki dan mengoperasikan lima fasilitas logistik modern serta rantai dingin di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Fasilitas tersebut mencatatkan tingkat keterisian yang hampir penuh, melayani berbagai klien multinasional maupun lokal dari sektor e-commerce, logistik pihak ketiga (3PL), ritel, hingga barang konsumsi (FMCG).
Pendanaan akuisisi ini bersumber dari dana Growth Markets II milik I Squared. Selain memperkuat jaringan di Surabaya, perusahaan berencana merambah kota-kota besar lainnya seperti Medan, menyesuaikan dengan kebutuhan rantai pasok para pelanggan.






















