Gunung Ile Lewotolok mengalami 3.544 erupsi dalam dua pekan
Gunung Ile Lewotolok kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Jumat sore. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Syawaludin mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11,6 mm dan durasi sekitar 37 detik.
Laporan Pos Pemantau juga mencatat aliran lava baru mulai muncul pada 9 Januari di sektor barat, awalnya masih berada di dalam kawah. Namun, sejak 13 Januari lava mulai keluar kawah sejauh sekitar 30 meter.
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir. Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok mencatat sebanyak 3.544 kali erupsi terjadi antara 1–18 Januari 2026, disertai peningkatan gempa hembusan hingga 5.316 kali.
“Pengamatan visual periode 1–18 Januari 2026 menunjukkan aktivitas hembusan dan erupsi meningkat,” kata Stanislaus Ara Kian, petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok kepada Antara. Tinggi kolom erupsi tercatat mencapai 500 meter dari puncak, kadang disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.
Energi seismik gunung tersebut dihitung menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM), yang menunjukkan peningkatan tajam dalam periode ini. Sementara pengukuran deformasi dengan EDM menunjukkan fluktuasi jarak miring yang relatif datar pada malam hari di reflektor 2.
Laporan Pos Pemantau juga mencatat aliran lava baru mulai muncul pada 9 Januari di sektor barat, awalnya masih berada di dalam kawah. Namun, sejak 13 Januari lava mulai keluar kawah sejauh sekitar 30 meter dan terus meluas hingga 100 meter pada 17 Januari. “Aliran lava baru ini bergerak di atas aliran lava sebelumnya,” jelas Stanislaus.
Selain itu, teramati lontaran material pijar ke arah tenggara sejauh 300 meter dari kawah, padahal biasanya material jatuh di dalam kawah. “Kegempaan pada periode ini meningkat sangat signifikan dibandingkan dua minggu sebelumnya,” tambahnya.
Gunung Ile Lewotolok kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Jumat sore. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Syawaludin mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11,6 mm dan durasi sekitar 37 detik.
Kolom abu teramati setinggi sekitar 500 meter di atas puncak 1.923 meter di atas permukaan laut, dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas tebal condong ke arah timur.