ASIA
2 menit membaca
Malaysia lakukan penyemaian awan 3 hari kedepan di Sarawak dan perbatasan Indonesia
Langkah ini diambil di tengah krisis asap karhutla di Indonesia yang mengancam kesehatan. Data pemerintah Indonesia menunjukkan hampir 95.000 hektare lahan terbakar sepanjang Juli saja.
Malaysia lakukan penyemaian awan 3 hari kedepan di Sarawak dan perbatasan Indonesia
Kabut asap karhutla dari Indonesia menyelimuti kota Kuching di Sarawak, Malaysia.

Malaysia memulai operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak, Kalimantan bagian timur, sebagai langkah untuk menambah cadangan air bendungan sekaligus meredakan kabut asap yang melanda kawasan perbatasan dengan Indonesia.

Operasi tersebut difokuskan pada tiga bendungan utama—Batang Ai, Bakun, dan Murum—yang menjadi penopang pembangkit listrik tenaga air di wilayah itu. Penerbangan lanjutan juga dijadwalkan menyasar daerah tangkapan air kritis lainnya di seluruh Sarawak, menurut laporan media setempat.

Wakil Kepala Menteri Sarawak, Douglas Uggah Embas, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kondisi cuaca yang diperkirakan semakin panas dan kering dalam beberapa bulan ke depan. 

“Operasi ini bertujuan meningkatkan ketinggian air waduk menjelang kondisi yang lebih kering pada Oktober,” ujarnya.

Langkah Malaysia ini tidak terlepas dari situasi di wilayah Indonesia yang berbatasan langsung, terutama di Kalimantan. Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino telah memperparah risiko kebakaran hutan dan lahan, baik di Kalimantan maupun Sumatra.

Data pemerintah Indonesia menunjukkan hampir 95.000 hektare lahan terbakar sepanjang Juli saja. Secara kumulatif, luas area terdampak kebakaran mencapai sekitar 202.000 hektare hingga akhir bulan tersebut, memperburuk kualitas udara lintas batas.

Sarawak sendiri berbagi garis perbatasan darat dengan sejumlah provinsi di Kalimantan, menjadikan dampak kabut asap sebagai isu bersama di kawasan. Dalam konteks ini, Malaysia juga telah mengajukan izin kepada pemerintah Indonesia untuk menggunakan wilayah udara Indonesia dalam operasi penyemaian awan.

Teknologi penyemaian awan dilakukan dengan menyebarkan partikel berbasis garam ke dalam awan potensial untuk merangsang hujan. Metode ini diharapkan mampu menambah pasokan air sekaligus mengurangi konsentrasi polutan di udara akibat kebakaran hutan.

TerkaitTRT Indonesia - Malaysia siapkan Cloud Seeding lintas batas di tengah krisis karhutla dan asap Indonesia
SUMBER:AA
Jelajahi
KPU perkirakan tahapan Pemilu 2029 dimulai Juni 2027, dorong penetapan regulasi
TNI AL dan AL Korea Selatan gelar Latma DIVEX 2026, asah kemampuan operasi bawah air
Indonesia dan Filipina perluas kerja sama ekonomi kreatif di ASEAN
Dukung penanganan karhutla, Kemenhub terbitkan 35 izin khusus pesawat asing
Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, dua desa di Karo dievakuasi
Pariwisata Indonesia catat devisa $8,43 miliar di H1, pemerintah siapkan target ambisius 2027
Indonesia arahkan konsolidasi fiskal, target defisit APBN 2027 turun ke 2,4 persen PDB
53 pesawat pemadam dikerahkan, karhutla masih menyebar seiring ancaman El Nino
Jepang resmi kirim bantuan militer untuk tangani karhutla Kalimantan
Prabowo terima Presiden Timor Leste, bahas kerja sama strategis dan kolaborasi riset peraih Nobel
KPK dan PPATK perkuat deteksi pencucian uang jelang evaluasi FATF 2029-2030
DPR RI tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia
Demonstran di Jakarta desak pengesahan RUU Perampasan Aset, polisi amankan 65 orang
Cadangan nikel dan kobalt Indonesia tembus 800 miliar, hilirisasi dorong lonjakan nilai
35 pesawat asing perkuat penanganan karhutla di Kalimantan, kedaulatan tetap dibawah kendali
Pengamanan diperketat, 18.000 personel kawal aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta
Pangkalan kapal induk pertama RI di Lampung masuki tahap penyelesaian
Korban gempa NTT bertambah jadi 105 orang, hampir 180 ribu warga mengungsi
Presiden Prabowo kunjungi korban gempa NTT, salurkan bantuan Rp200 miliar
Menaker dorong penguatan keterampilan dan perlindungan pekerja ASEAN di ALMM