Pemerintah tambah impor sapi perah dari Australia untuk dorong produksi susu nasional
Indonesia mendatangkan 1.383 sapi perah dari Australia sebagai bagian dari rencana meningkatkan produksi susu nasional.
Pemerintah Indonesia kembali mendatangkan ribuan sapi perah dari Australia sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi susu domestik.
Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (2/02) menyatakan sebanyak 1.383 ekor sapi tiba pekan ini, menambah populasi ternak dalam program senilai sekitar US$3 miliar yang menargetkan peternak kecil sebagai motor utama peningkatan produksi.
Langkah tersebut terhubung dengan rencana pemerintah untuk melipatgandakan kapasitas produksi susu hingga empat kali lipat.
Program ini juga menjadi pilar penyediaan bahan baku bagi skema makanan gratis yang mencakup sekitar 83 juta anak dan ibu hamil. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia menargetkan impor hingga satu juta sapi perah dalam lima tahun, dari basis populasi sekitar 220.000 ekor saat ini.
Keterbatasan anggaran negara mendorong Jakarta melibatkan perusahaan swasta dalam pembiayaan impor sapi. Pendekatan ini sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, namun pemerintah menilai skema tersebut penting untuk mempercepat realisasi target produksi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyebut tambahan ternak ini bukan sekadar penambahan populasi. Menurutnya, sapi impor tersebut merupakan investasi strategis untuk memperkuat fondasi produksi susu nasional berbasis peternak kecil.
Kementan menjelaskan bahwa impor sapi dilakukan melalui pengiriman bersama dan program pembiakan yang melibatkan koperasi serta peternak sejak tahun lalu. Susu yang dihasilkan akan disalurkan ke industri pengolahan guna menjamin kepastian pasokan.
Kiriman terbaru tiba di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu dan langsung menjalani prosedur karantina.
Pejabat kesehatan hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, mengatakan seluruh sapi akan dikarantina selama 14 hari sebelum dilakukan pengambilan sampel untuk mendeteksi penyakit seperti lumpy skin disease dan penyakit mulut dan kuku.
Dalam pengiriman kali ini, perusahaan swasta Lunar Chemplast mengimpor 1.094 ekor sapi, sementara sisanya didatangkan oleh Mazaraat Lokanatura Indonesia.
Sepanjang 2025, Indonesia telah mengimpor total 33.955 ekor sapi, dengan 13.544 di antaranya merupakan sapi perah dan selebihnya ditujukan untuk produksi daging, menurut data kementerian.