Pemerintah Malaysia mengonfirmasi dimulainya kembali pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang lebih dari satu dekade lalu, dengan sebuah kapal memulai operasi terbaru di Samudra Hindia selatan.
Langkah ini kembali membangkitkan harapan dengan adanya teknologi terbaru untuk menemukan bangkai pesawat yang membawa 239 penumpang dan awak.
Pencarian akan bekerjasama dengan perusahaan robotika laut Ocean Infinity berdasarkan kontrak “no-find, no-fee”. Operasi ini menargetkan area baru seluas sekitar 15.000 kilometer persegi, dengan durasi hingga 55 hari mulai 30 Desember, setelah sebelumnya sempat tertunda akibat cuaca buruk.
Perusahaan tersebut akan menerima pembayaran sebesar US$70 juta hanya jika pesawat berhasil ditemukan, dan menyatakan akan memanfaatkan teknologi terbaru serta analisis data yang diperbarui.
Upaya ini menyusul serangkaian pencarian internasional yang melibatkan Malaysia, Australia, dan China, termasuk operasi bawah laut terbesar dalam sejarah yang mencakup sekitar 120.000 kilometer persegi dasar laut.
Meski sejumlah puing pesawat ditemukan di pesisir Afrika dan Pulau Réunion sejak 2015, tidak ada bangkai utama atau jenazah yang pernah ditemukan.
MH370, yang membawa 239 penumpang dan awak menghilang pada 8 Maret 2014 usai take-off dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat Boeing 777 itu lenyap dari radar sekitar 39 menit setelah lepas landas, tanpa panggilan darurat.
Komunikasi terakhir dengan menara pengawas Kuala Lumpur terjadi saat pilot mengucapkan, “Good night, Malaysian Three Seven Zero,” tepat sebelum pesawat memasuki wilayah udara Vietnam dan gagal melakukan kontak lanjutan.
Data radar dan satelit menunjukkan pesawat berbelok arah dan terus terbang selama beberapa jam sebelum diduga jatuh di kawasan terpencil Samudra Hindia selatan, menjadikannya salah satu misteri penerbangan paling mengenaskan di dunia.
Menurut Aviation Safety Network, meskipun jarang terjadi, pesawat yang jatuh di laut dalam sangat sulit ditemukan. Dalam lima dekade terakhir, puluhan pesawat tercatat menghilang tanpa jejak.
















