Prabowo tegaskan Indonesia tetap pegang politik bebas aktif di tengah konflik global

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia akan terus mempertahankan posisi non-blok serta menjaga hubungan baik dengan seluruh negara.

By
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB, New York.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun, meskipun dunia saat ini menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik khususnya di Kawasan Timur Tengah usai serangan AS-Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara hybrid melalui konferensi video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3).

Menurutnya, Indonesia akan terus mempertahankan posisi non-blok serta menjaga hubungan baik dengan seluruh negara. 

“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” kata Prabowo dalam pernyataan resmi tertulis.

Ia menilai situasi global saat ini dipenuhi ketidakpastian akibat berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia. Ketegangan yang meningkat, terutama di Timur Tengah, disebutnya sebagai contoh nyata dari dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” ujarnya. 

Prabowo menambahkan bahwa meskipun Indonesia secara geografis jauh dari pusat konflik tersebut, perkembangan global tetap berdampak karena dunia kini semakin terhubung.

Presiden juga menekankan bahwa sikap tidak memihak Indonesia berakar pada nilai-nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi fondasi kehidupan nasional tetapi juga tercermin dalam cara Indonesia membangun hubungan dengan negara lain.

“Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun,” pungkas Prabowo.