Indonesia: Seluruh negara D-8 dukung penuh Palestina tanpa syarat

Kemlu RI menyatakan seluruh negara anggota D-8 terus memberikan dukungan tanpa syarat kepada Palestina.

By
File: Menteri Luar Negeri Dewan D-8 mengadakan Pertemuan Luar Biasa di Istanbul untuk membahas krisis Gaza, 8 Juni 2024. (Foto: D-8)

Pemerintah Indonesia dan negara-negara anggota Developing Eight (D-8) kembali menegaskan komitmen kolektif untuk terus memberikan dukungan yang konsisten dan tanpa syarat kepada Rakyat Palestina.

Kantor berita Antara melaporkan bahwa solidaritas tersebut disebut menjadi sikap bersama delapan negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim yang tergabung dalam organisasi itu.

“Semua anggota D-8 yang mewakili ekonomi negara mayoritas penduduk Islam menunjukkan solidaritas dan dukungan penuh tiada henti dan tanpa syarat bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, dalam acara Arah Kebijakan dan Prioritas Keketuaan Indonesia pada D-8 di Jakarta, Jumat.

D-8 merupakan forum kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 15 Juni 1997, dengan anggota Indonesia, Türkiye, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Azerbaijan.

Indonesia dijadwalkan memegang keketuaan bergilir D-8 pada periode 2026–2027. Dalam masa kepemimpinan tersebut, pemerintah berencana menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta.

Tri menyampaikan bahwa Indonesia akan mendorong penyelenggaraan sesi khusus tentang Palestina dalam rangkaian KTT D-8 2026 sebagai wujud komitmen kemanusiaan dan solidaritas. Sesi itu diharapkan dapat menghasilkan sebuah pernyataan bersama.

“Sebagai satu tradisi yang sudah dilakukan Mesir tahun lalu, akan ada sesi khusus mengenai Palestina. Masih kita godok tema-nya,” kata Tri.

Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI, Punjul Setya Nugraha, yang sebelumnya menjabat Direktur Kerja Sama Ekonomi D-8 selama tiga tahun, menegaskan bahwa D-8 sebagai organisasi ekonomi tidak dapat mengabaikan situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Palestina. 

Punjul menilai isu Palestina memiliki relevansi kuat bagi organisasi tersebut mengingat bahwa seluruh anggota D-8 juga merupakan bagian dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), sehingga memiliki pengaruh kolektif yang signifikan dan posisi strategis dalam mendorong perhatian internasional terhadap Palestina.

“Kita tidak bisa mengesampingkan atau mengabaikan kejadian, ketidakadilan yang dialami bangsa Palestina, sehingga, dalam kapasitas D-8, memungkinkan untuk memberi perhatian kepada Palestina dan mendukung sejauh mungkin,” ujar Punjul dikutip dari Antara.

Indonesia dan Palestina

Komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina juga ditegaskan melalui berbagai langkah diplomatik dan kemanusiaan di tingkat global selama bertahun-tahun.

Indonesia tercatat memberikan dukungan penuh terhadap Palestina dalam Deklarasi New York yang baru-baru ini diadopsi komunitas internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan hak-hak rakyat Palestina dan mendorong penyelesaian damai yang adil. 

Sikap tersebut kembali disuarakan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di mana Indonesia menegaskan konsistensi dukungan terhadap solusi dua negara serta menyerukan penghentian kekerasan dan pemenuhan kewajiban kemanusiaan bagi warga sipil Palestina. Presiden Indonesia tersebut juga terlibat aktif dalam proses penandatanganan kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung di Sharm El-Sheikh pada 10 Oktober lalu.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB apabila dibutuhkan dan disepakati secara internasional.

Di luar jalur diplomasi, Indonesia terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, baik dalam bentuk bantuan pangan, medis, maupun dukungan rekonstruksi, serta menggalang kerja sama internasional untuk memastikan akses bantuan yang aman dan berkelanjutan. 

Seluruh langkah tersebut menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina mengingat bahkan usai gencatan disepakati pada 10 Oktober lalu, Israel masih terus membom, melakukan pelanggaran dan membunuh rakyat Palestina di daerah kantong yang sudah rata dengan tanah tersebut akibat perang genosidanya selama lebih dari 2 tahun. 

Israel telah membunuh lebih dari 70.900 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.200 lainnya sejak 7 Oktober 2023.