BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Tekanan eksternal juga terlihat dari nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah pada Juni. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak Mei guna menjaga stabilitas mata uang dan inflasi.
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Data BPS menunjukkan bahwa perdagangan RI defisit sebesar $450 juta. /Reuters

Indonesia kembali mencatat defisit perdagangan pada Juni 2026, meski dengan nilai yang jauh lebih kecil dibanding bulan sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan defisit sebesar $450 juta, menyusut tajam dari posisi Mei yang mencapai $1,61 miliar—defisit pertama dalam enam tahun terakhir.

Penyempitan ini terjadi di tengah lonjakan impor, khususnya sektor energi. Wakil Kepala BPS Ateng Hartono menjelaskan, defisit dipicu oleh neraca migas yang masih negatif sebesar $3,49 miliar. 

“Defisit ini terutama berasal dari minyak mentah dan produk turunannya,” ujarnya. Impor minyak dan gas melonjak hingga 105,15 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai US$4,56 miliar, terutama dari Singapura dan Malaysia.

Di sisi lain, kinerja ekspor menunjukkan perbaikan. Nilai ekspor Juni naik 8,84 persen menjadi $25,46 miliar, didorong oleh pengiriman produk nikel dan turunan kelapa sawit. Surplus nonmigas sebesar $3,04 miliar turut menahan pelebaran defisit. Namun secara keseluruhan, capaian ini masih jauh di bawah surplus $4,1 miliar pada Juni tahun lalu.

Secara kumulatif, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan barang sebesar $3,58 miliar sepanjang semester pertama 2026. China tetap menjadi sumber utama impor nonmigas dengan nilai mencapai $48,82 miliar.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia catat defisit perdagangan pertama dalam 6 tahun, impor melonjak tajam

Apa kata para ekonom?

Meski lebih baik dari perkiraan pasar—yang sebelumnya memproyeksikan defisit mendekati US$1 miliar—ekonom menilai perbaikan ini belum mencerminkan penguatan fundamental. 

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyebut, “defisit yang menyempit memang menggembirakan, tetapi belum menandakan perbaikan berkelanjutan pada posisi eksternal Indonesia.”

Lonjakan impor secara keseluruhan mencapai 34,27 persen menjadi $25,91 miliar, melampaui ekspektasi analis. Kenaikan terjadi di hampir seluruh kelompok barang, mencerminkan tingginya kebutuhan domestik serta mahalnya biaya energi akibat konflik geopolitik global.

Tekanan eksternal juga terlihat dari nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah pada Juni. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak Mei guna menjaga stabilitas mata uang dan inflasi.

Di tengah tekanan tersebut, inflasi justru menunjukkan tren melandai. Pada Juli, inflasi tahunan turun menjadi 2,88 dari 3,34 persen pada Juni, masih berada dalam target bank sentral. Namun ekonom mengingatkan potensi kenaikan harga tetap ada, terutama akibat risiko El Nino terhadap produksi pangan serta ketidakpastian harga energi global.

Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Indonesia diperkirakan melambat pada kuartal II 2026. Survei ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya sekitar 5,10 persen secara tahunan, lebih rendah dari 5,61 persen pada kuartal sebelumnya. 

Pelemahan konsumsi pasca musim libur dan kontribusi ekspor bersih yang menurun menjadi faktor utama.

TerkaitTRT Indonesia - Fitch: Indonesia tetap aman dari penurunan peringkat meski defisit jebol akibat perang Iran

Meski pemerintah tetap mengandalkan belanja negara termasuk alokasi subsidi energi sebesar Rp381,3 triliun untuk menopang daya beli, para ekonom menilai prospek ekonomi ke depan masih dibayangi ketidakpastian global, pengetatan kondisi keuangan, dan sentimen sektor swasta yang cenderung berhati-hati.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan perlambatan domestik, laju ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5 persen dalam beberapa kuartal mendatang—jauh dari target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 8 persen pada 2029.

SUMBER:TRT Indonesia, Reuters
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid