BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pertamina tetap gunakan tender untuk impor energi dari AS meski ada kesepakatan dagang
Pertamina menegaskan impor energi dari AS tetap lewat tender meski ada kesepakatan dagang yang memangkas tarif menjadi 19 persen, yang kemudian terjadi pergeseran lebih rendah akibat putusan Mahkamah Agung AS.
Pertamina tetap gunakan tender untuk impor energi dari AS meski ada kesepakatan dagang
Petugas memeriksa menara pemisah uap di pembangkit listrik geotermal biner Pertamina. / Arsip Reuters

Rencana pemerintah Indonesia meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat tidak akan mengubah pola pengadaan di tubuh BUMN minyak dan gas, Pertamina. 

Pertamina menegaskan bahwa setiap kontrak impor tetap harus melalui proses tender, meskipun Jakarta dan Washington baru saja menyepakati perjanjian dagang baru.

Kesepakatan yang diumumkan Kamis lalu memangkas tarif impor AS menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Dalam paket kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membeli barang dan jasa dari Amerika Serikat senilai total US$38,4 miliar, dengan porsi sekitar US$15 miliar dialokasikan untuk komoditas energi seperti minyak mentah, LPG, dan bahan bakar.

Pada akhir pekan ini, keputusan besar dikeluarkan oleh Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif-tarif Presiden Trump terhadap negara-negara mitra AS termasuk dengan Indonesia yang baru saja menyelesaikan negosiasi tarif. 

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji dan menyatakan kesiapan terhadap pergeseran kebijakan tarif AS ini.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia pelajari dan siap hadapi pergeseran tarif AS usai putusan Mahkamah Agung

Langkah diversifikasi sumber energi

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysious Mantiri menegaskan tidak ada mekanisme khusus dalam pengadaan impor energi dari AS. “Kami tetap menjalankan bisnis seperti biasa melalui tender dan bidding. Tidak ada penunjukan langsung,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan dagang itu dapat mendorong kenaikan impor LPG dari Amerika Serikat. Saat ini, sekitar 57 persen LPG impor Pertamina berasal dari AS, dan angka tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga 70 persen dari total impor tahunan perusahaan.

Upaya memperkuat pasokan energi dari Amerika Serikat juga telah dimulai sebelumnya. Tahun lalu, Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perusahaan, termasuk Exxon Mobil, Chevron, dan KDT Global Resources.

Pemerintah Indonesia menyebut strategi ini sebagai bagian dari langkah diversifikasi sumber energi, dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Singapura, Timur Tengah, dan Afrika, serta memperbesar porsi impor dari Amerika Serikat.

Selain itu, kesepakatan dagang tersebut juga berdampak pada sektor hulu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kontrak Exxon Mobil untuk mengelola Blok Cepu di Jawa Timur akan diperpanjang hingga 2055. 

Ia memperkirakan perpanjangan itu dapat mendorong tambahan investasi sekitar US$10 miliar.

“Namun, masih ada beberapa hal yang perlu kami perjelas, termasuk soal skema bagi hasil dan cost recovery,” kata Bahlil. “Proses ini akan segera diselesaikan.”

TerkaitTRT Indonesia - Pertamina catat lonjakan permintaan BBM, siapkan impor untuk penuhi kebutuhan pasar
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Indonesia dan Rusia dorong kerja sama pembangunan koridor kereta api
AS tetapkan tarif 10 persen untuk Indonesia dalam Skema Section 301
China mulai diversifikasi investasi nikel di luar Indonesia di tengah tekanan kebijakan
BI siapkan regulasi usai mandat diperluas, fokus ke pertumbuhan dan lapangan kerja
Indonesia nilai tarif tambahan AS bisa dorong daya saing ekspor produk RI
DSI resmi jadi eksportir tunggal komoditas strategis, Indonesia target dongkrak penerimaan negara
Anthropic usulkan jeda pengembangan AI global, peringatkan peran manusia kian menyempit
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS
IHSG tertekan hingga 4 persen di tengah aksi jual asing dan sentimen domestik
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Pelaku usaha desak kejelasan teknis terkait kebijakan baru ekspor SDA
IHSG berpotensi volatil di tengah tekanan harga minyak dan suku bunga tinggi
Indonesia terdampak rencana tarif baru AS atas produk terkait tenaga kerja paksa
SpaceX bidik valuasi US$1,75 triliun dalam IPO, salah satu yang terbesar dalam sejarah
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
Indonesia catat surplus neraca perdagangan 72 bulan berturut-turut
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Negara bagian Florida gugat OpenAI atas dugaan dampak buruk ChatGPT