Filipina dan AS gelar latihan militer bersama di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan

Latihan terbaru ini menyoroti semakin eratnya hubungan pertahanan antara Manila dan Washington sementara ketegangan dengan China masih berlanjut di Laut China Selatan.

By
Kapal China memantau Aktivitas Maritim Multilateral Filipina, AS, Jepang di lepas pantai di Laut Cina Selatan, 28 Maret 2025 [ARSIP]. / AP

Militer Filipina dan Amerika Serikat berlayar bersama minggu ini di sebuah terumbu yang disengketakan di Laut China Selatan, kata angkatan bersenjata Manila pada Selasa (27/01), dalam latihan bersama yang bertujuan meningkatkan kerja sama antar sekutu yang terikat perjanjian.

Keterlibatan militer antara kedua negara meningkat tajam di masa Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., yang beralih mendekat ke Washington sebagai respons terhadap meningkatnya kehadiran China di Laut China Selatan.

Latihan kesebelas semacam itu antara Amerika Serikat dan Filipina sejak November 2023 digelar di Terumbu Scarborough di perairan Laut China Selatan dalam zona ekonomi eksklusif Filipina, yang juga diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

"Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini meningkatkan koordinasi, kecakapan taktis, dan saling pengertian antar pasukan sekutu," kata angkatan bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan.

Kegiatan itu menampilkan fregat Filipina Antonio Luna, sebuah kapal patroli lepas pantai dari penjaga pantai Filipina, serta dua pesawat militer dan sebuah helikopter.

'Patroli bersama'

Komando Indo-Pasifik AS menempatkan kapal perusak berpemandu rudal kelas Arleigh Burke John Finn, yang melintasi Selat Taiwan dua minggu lalu, serta sebuah helikopter MH-60R Seahawk.

Pada Selasa, Komando Teater Selatan militer China mengatakan pihaknya menggelar patroli rutin di Laut China Selatan dari Minggu hingga Senin, tanpa merinci lokasi.

"Filipina melibatkan negara-negara di luar kawasan untuk menyelenggarakan yang disebut 'patroli bersama', yang mengganggu perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," kata pernyataan itu.

"Pasukan komando teater akan dengan tegas menjaga kedaulatan wilayah nasional serta hak dan kepentingan maritim, dan dengan kuat menegakkan perdamaian dan stabilitas regional."

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, termasuk bagian-bagian dari zona ekonomi eksklusif Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.