ASIA
3 menit membaca
Bantah tuduhan korupsi laptop, Nadiem Makarim curhat sempat cemas saat ditunjuk jadi mendikbud
Mantan Mendikbud Nadiem Makarim blak-blakan dalam sidang dupliknya mengenai kekhawatiran dianggap tidak kompeten hingga keputusannya merekrut tim penasihat muda demi menjembatani kultur swasta dan birokrasi pemerintahan.
Bantah tuduhan korupsi laptop, Nadiem Makarim curhat sempat cemas saat ditunjuk jadi mendikbud
Nadiem Makarim resmi jadi tersangka kasus korupsi laptop. / AP

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem Makarim, membeberkan memori kelam penuh kecemasan saat pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada tahun 2019 silam.

Pengakuan tersebut disampaikan Nadiem saat membacakan duplik pribadinya di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, pada Selasa (23/6).

Di ruang sidang, Nadiem mengenang bagaimana penunjukannya kala itu telah mendobrak sejarah baru dalam lanskap politik tanah air. "Saya belum pernah memasuki dunia politik maupun dunia pendidikan secara formal. Dengan mengangkat saya sebagai Mendikbud, Bapak Presiden Joko Widodo mengambil keputusan yang memutus tradisi politik puluhan tahun," ujar mantan bos Gojek tersebut.

Nadiem menegaskan, latar belakang dirinya sangat kontras jika dibandingkan dengan para pendahulunya yang mengomandoi sektor pendidikan nasional. Pasalnya, kursi nomor satu di kementerian tersebut secara historis hampir selalu diamanahkan kepada tokoh-tokoh dari organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia. Ditambah lagi, statusnya kala itu adalah menteri termuda di jajaran kabinet.

Menyadari posisinya yang minim dukungan partai politik, tanpa basis ormas, serta nihil pengalaman birokrasi, Nadiem mengaku langsung bergerak cepat untuk mencari sokongan internal sejak pertengahan 2019. Langkah ini diambil karena ia menyadari ruang kerja barunya akan dipenuhi dinamika politik yang rumit dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

TerkaitTRT Indonesia - Eks Mendikbud Nadiem dituntut 18 tahun penjara atas kasus pengadaan Chromebook

Takut Dianggap Tidak Kompeten oleh Bawahan

Lebih lanjut, Nadiem secara jujur mengakui adanya beban psikologis besar saat pertama kali menginjakkan kaki di gedung kementerian. Ia diliputi kekhawatiran mendalam bahwa para bawahan dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya akan memandang dirinya tidak kompeten dalam memimpin cetak biru pendidikan Indonesia.

"Saya khawatir, saya tidak akan mendapatkan informasi yang utuh dari bawahan saya. Dan saya khawatir saya tidak akan berdaya menghadapi kompleksitas birokrasi," tutur Nadiem mengenang masa-masa awalnya.

Kecemasan atas jurang pemisah antara kultur dinamis sektor swasta dan kaku-nya birokrasi pemerintahan inilah yang kemudian mendasari kebijakannya membentuk tim khusus. Nadiem berdalih, pembentukan tim penasihat dan staf khusus yang diisi oleh deretan darah muda merupakan strategi jembatan komunikasi agar roda kementeriannya tetap adaptif.

Di hadapan majelis hakim, Nadiem merinci sejumlah nama profesional muda dengan rekam jejak mentereng yang sengaja ia rekrut karena dinilai memiliki integritas tinggi. Nama-nama seperti Jurist Tan, Hamid Muhammad, Fiona Handayani, Pramoda Dei Sudarmo, Muhamad Heikal, hingga tokoh pendidikan Najelaa Shihab, diklaim sebagai sosok yang berani mendebat pemikirannya demi kemajuan pendidikan.

"Saya mencari orang-orang yang dapat mengajari saya, yang berani berbeda pendapat dengan saya, dan yang senantiasa mendahulukan misi pendidikan di atas kepentingan pribadi mana pun, termasuk kepentingan saya sendiri," pungkas Nadiem di akhir pembacaan dupliknya, melansir laporan dari Kompas.

TerkaitTRT Indonesia - Nadiem Makarim peringatkan kepercayaan investor dalam pleidoi kasus pengadaan Chromebook
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Menlu RI dorong dialog inklusif dalam pertemuan informal ASEAN bahas krisis Myanmar di Bangkok
Korea Utara berjanji akan perluas arsenal nuklir dan meningkatkan intelijen militer
Prabowo bertemu tiga mantan PM Thailand, bahas investasi hingga penguatan kerja sama
Bangladesh memindahkan pengungsi Rohingya setelah longsor menewaskan setidaknya 13 orang
Pemerintah pertahankan skema fleksibel dana SAL, tolak usulan perpanjangan tenor Himbara
OJK sita Rp113,97 miliar aset kasus asuransi jiwa dan perlindungan konsumen
Karhutla di Ketapang kembali berkobar, tim gabungan perpanjang operasi pemadaman
Polisi sita aset Rp476 miliar di perumahan mewah Sentul, terkait pusaran korupsi BUMN
Vietnam batasi masa bebas visa WNI menjadi 14 hari mulai 15 Juli
Uji coba rudal nuklir China adalah pembangunan militer regional terbesar sejak PD II: Australia
Indonesia deportasi 92 warga negara China terkait sindikat judi online dan penipuan investasi
Indonesia-Singapura sepakat jaga Selat Malaka tetap aman dan terbuka di tengah ketegangan global
Prabowo terima kunjungan Modi, Indonesia-India perkuat kemitraan pertahanan hingga pangan
Indonesia catat ratusan ribu laporan scam digital, dana Rp674,4 miliar berhasil diamankan
Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, otoritas pelayaran berlakukan pembatasan di Selat Sunda
Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bakal sepakati 26 MoU
Menteri LH: Area terbakar di TPA Jatiwaringin Tangerang tersisa 3,6 persen
Evakuasi 150 penumpang kapal di Pulau Pari berlangsung lancar usai gangguan mesin
Tersangka kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja melonjak jadi 27 orang
Lewat pemindaian X-ray, Bea Cukai gagalkan penyelundupan 3,37 ton narkotika jaringan internasional