Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara mulai pekan ini, termasuk China dan India, untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM) alternatif di tengah ketidakpastian situasi di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia juga akan meningkatkan impor energi melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), yang selanjutnya menyalurkan pasokan kepada PT Pertamina. Skema tersebut ditempuh untuk mempercepat pengadaan BBM tanpa harus melalui proses tender yang dinilai memakan waktu panjang, kata Bahlil kepada wartawan, Senin (26/10).
Bahlil menjelaskan, aturan terbaru memungkinkan badan layanan umum melakukan impor minyak mentah, BBM, dan gas minyak cair (LPG) apabila pengadaan tersebut didasarkan pada kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan negara atau pemasok asing.

Langkah diversifikasi pasokan diperlukan karena pemerintah belum dapat memperkirakan berapa lama ketegangan di Timur Tengah akan berlangsung.
“Kita tidak bisa memprediksi sampai kapan ketegangan di Timur Tengah akan berlangsung, sehingga Presiden Prabowo telah menginstruksikan kami untuk mencari alternatif pasokan energi lainnya,” ujar Bahlil.
Namun, ia belum merinci volume impor yang akan didatangkan dari negara-negara alternatif tersebut.
Upaya mengamankan pasokan dilakukan di tengah laporan gangguan distribusi BBM di sejumlah wilayah Indonesia. Ombudsman RI sebelumnya menyebut gangguan pasokan terjadi di beberapa provinsi, termasuk Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Kalimantan Barat.
Di sejumlah lokasi, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut menambah urgensi bagi pemerintah untuk memperluas sumber pasokan energi dan memastikan kelancaran distribusi di dalam negeri.























