DUNIA
2 menit membaca
Rubio: AS bidik kemitraan mineral kritis dan keamanan maritim dengan Indonesia
Dalam pesan yang sama, Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang baru-baru ini mengguncang Pulau Flores.
Rubio: AS bidik kemitraan mineral kritis dan keamanan maritim dengan Indonesia
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. /Foto: Arsip Reuters

Amerika Serikat menegaskan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia di sektor mineral kritis, seiring pesan ucapan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Dalam pernyataannya pada Senin (17/8), Rubio menyoroti hubungan “kemitraan strategis komprehensif” antara kedua negara yang dinilai semakin luas, mencakup bidang pertahanan, keamanan kawasan, energi, teknologi, hingga perdagangan yang disebutnya “adil dan seimbang”. 

Pernyataan tersebut sekaligus memberi gambaran arah kerjasama jangka panjang yang ingin dibangun Washington dengan Jakarta. “AS menantikan pembukaan peluang baru bagi kedua negara di sektor prioritas seperti mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital,” kata Rubio.

Dalam pesan yang sama, Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang baru-baru ini mengguncang Pulau Flores.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia terus melobi AS untuk tekan tarif impor di tengah investigasi Section 301

Ketertarikan Washington terhadap sumber daya mineral Indonesia bukan hal baru. Pemerintahan Presiden Donald Trump periode kedua diketahui menaruh perhatian pada komoditas strategis seperti tembaga, yang penting bagi industri pertahanan dan teknologi.

Kesepakatan dagang timbal balik yang dicapai kedua negara pada Februari lalu juga memasukkan klausul terkait mineral kritis. Dalam dokumen tersebut, Indonesia berkomitmen menghapus pembatasan ekspor tertentu serta membuka ruang investasi bagi perusahaan Amerika di sektor ini.

Di tingkat global, AS juga memimpin inisiatif “Pax Silica”, sebuah upaya membangun rantai pasok silikon yang aman, mulai dari bahan baku mineral hingga infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pemerintah Indonesia sebelumnya memberi sinyal ketertarikan untuk bergabung dalam inisiatif tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut prosesnya masih berjalan.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia tengah memperkuat kendali atas sumber daya mineral strategis. 

Selain kebijakan satu pintu ekspor, pemerintah berencana meluncurkan bursa mineral pada awal 2027 guna menetapkan harga acuan. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen utama nikel dan tembaga dunia, yang semakin penting dalam rantai pasok global.

TerkaitTRT Indonesia - AS nilai Indonesia mitra penting untuk perkuat rantai pasok Indo-Pasifik
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi