Indonesia-Türkiye pererat hubungan strategis, dagang dan pertahanan dalam pertemuan menteri 2+2

Indonesia dan Türkiye menegaskan kembali kerjasama strategis pada pertemuan menteri 2+2, berjanji untuk meningkatkan perdagangan menjadi $10 miliar, memperluas kerja sama pertahanan dan UAV, serta berkoordinasi dalam isu global seperti Gaza.

By
Pertemuan 2+2 menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia - Türkiye.

Indonesia dan Türkiye menegaskan kembali kemitraan strategis mereka yang semakin luas dalam pertemuan 2+2 menteri luar negeri dan menteri pertahanan, yang di gelar di Ankara pada hari Jumat (9/01/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Yasar Guler menjamu rekan sejawat dari Indonesia, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. 

Kedua pihak berjanji untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, diplomasi regional dan dinamika global terutaman di tengah keprihatinan bersama atas konflik di Timur Tengah.

Pertemuan tingkat tinggi 2+2 ini menyusul kunjungan kenegaraan timbal balik tahun lalu—oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia pada bulan Februari dan Presiden Prabowo Subianto ke Türkiye pada bulan April—yang meletakkan dasar untuk keterlibatan bilateral yang lebih dalam. Pertemuan ini meninjau status kerja sama yang sedang berlangsung sambil mengeksplorasi potensi inisiatif masa depan di berbagai sektor. 

Hakan Fidan membuka pidato pertemuan dengan menyampaikan belasungkawa atas banjir baru-baru ini di Sumatera, menyoroti rasa solidaritas yang kuat antara kedua negara. 

Fidan juga menegaskan kembali tekad Ankara untuk meningkatkan perdagangan bilateral dengan Indonesia menjadi 10 miliar dolar AS, dengan fokus pada konstruksi, energi, perawatan kesehatan, dan ekosistem pangan halal.

“Kami bertekad untuk meningkatkan perdagangan bilateral kami menjadi 10 miliar dolar AS,” ujar Fidan dalam siaran pers setelah pertemuan tersebut.

Gaza, Kawasan dan Hubungan Multilateral

Baik Fidan maupun Menlu RI Sugiono, Para menteri juga menekankan koordinasi yang lebih kuat di forum multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), G20, dan Delapan Negara Berkembang (D-8). 

Türkiye juga menyoroti kebijakan luar negerinya Asia Anew’, menggarisbawahi peran sentral Indonesia dan ASEAN dalam membina hubungan yang saling menguntungkan antara Türkiye dan kawasan Asia-Pasifik.

Minggu ini, Türkiye juga menjamu PM Malaysia Anwar Ibrahim di Ankara dan Istanbul, mempertegas keinginan Türkiye untuk lebih terlibat dengan negara-negara kunci di Indo-Paisifk.

Mengenai isu-isu regional dan global, Indonesia dan Türkiye menyatakan memiliki visi yang sama. Kedua negara berbagi informasi dengan perkembangan kawasan masing-masing.

Jakarta menyatakan dukungan terhadap pendekatan Türkiye terkait perkembangan terkini di Suriah, sementara diskusi juga mencakup situasi di Yaman dan Somalia.

Pertemuan tersebut juga memberikan perhatian signifikan pada krisis di Gaza dan Palestina, dengan kedua negara berkomitmen untuk memperkuat upaya perdamaian dan mendesak proses perdamaian dan stabilitas regional yang diperbarui. 

Indonesia dan Türkiye akan terus mengoordinasikan langkah-langkah diplomatik dalam kerangka kerja internasional yang relevan untuk mengatasi dimensi kemanusiaan dan keamanan dari konflik tersebut, ujar kedua belah pihak dalam pernyataan pers tersebut.

Memperluas kerjasama jet tempur dan UAV

Kerjasama pertahanan menjadi topik utama dalam diskusi. 

Indonesia menggarisbawahi urgensi agenda modernisasi pertahanannya, termasuk kemajuan dalam teknologi, peningkatan kapasitas, sumber daya manusia, dan pelatihan, dan menyatakan apresiasi atas industri pertahanan Türkiye yang sekarang berkembang menjadi pemimpin di Industri. 

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan keinginan Indonesia untuk memperluas kerjasama di bidang penerbangan dan kendaraan udara tak berawak (UAV), ia menyebut bidang-bidang ini sebagai pilar utama kerja sama industri pertahanan di masa depan.

Menlu Sugiono juga menegaskan dukungan Indonesia untuk Türkiye sebagai Mitra Dialog ASEAN, dan menegaskan kembali dukungan Jakarta untuk keterlibatan kelembagaan yang lebih dalam antara Türkiye dan Asia Tenggara.

"Indonesia sepenuhnya mendukung tujuan Türkiye untuk menjadi mitra dialog bagi ASEAN, dan demikian pula, Indonesia memiliki antusiasme dan keinginan yang besar untuk melihat kerja sama ASEAN-Türkiye yang konkret, terutama di bidang ekonomi." Kata Sugiono.

Kedua pihak menggambarkan pertemuan tersebut sebagai langkah substantif menuju konsolidasi kemitraan strategis jangka panjang yang berakar pada kepentingan bersama, kerja sama pertahanan, dan komitmen bersama terhadap perdamaian regional dan global.