DUNIA
2 menit membaca
Indonesia perluas jejaring halal global lewat kerja sama dengan empat lembaga
BPJPH menjalin kerja sama dengan empat lembaga halal dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Bulgaria untuk memperluas jejaring sertifikasi serta mendukung perdagangan produk halal lintas negara.
Indonesia perluas jejaring halal global lewat kerja sama dengan empat lembaga
BPJPH perkuat kerja sama halal internasional dengan tiga lembaga dan Grand Mufti Bulgaria. Foto: BPJPH

Indonesia memperluas kerja sama di sektor halal ke sejumlah negara di luar kawasan Asia. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menandatangani sejumlah kesepakatan dengan lembaga halal dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Bulgaria pada Senin (28/9).

Tiga kesepakatan berbentuk Recognition Agreement (RA) dibuat dengan The Halal Approval South America S.A. dari Argentina, Halal Approval South America Serviços de Certificação Ltda. dari Brasil, serta Halal Safety Certification S.L. dari Spanyol.

Sementara dengan Bulgaria, BPJPH menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama The Grand Mufti's Office of the Republic of Bulgaria. Kerja sama ini mencakup penguatan hubungan kelembagaan dan kolaborasi dalam pengembangan sektor halal.

Perkuat kepercayaan dalam sertifikasi halal

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan perluasan kerja sama internasional harus dibarengi dengan penerapan standar yang dapat dipercaya. Karena itu, lembaganya menilai kapasitas dan sistem mitra sebelum menjalin kerja sama pengakuan sertifikasi.

“Halal adalah transparansi dan akuntabilitas. Karena itu, kita perlu memastikan lembaga halal yang bekerja sama memiliki keberadaan, sumber daya, dan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Haikal di Jakarta Timur.

Ia menjelaskan, penilaian terhadap mitra mencakup keberadaan lembaga, kantor, sumber daya manusia, serta mekanisme sertifikasi yang diterapkan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kepercayaan dalam sistem pengakuan halal antarnegara.

Haikal juga melihat industri halal terus berkembang dalam perdagangan internasional. Menurutnya, produk halal kini memiliki cakupan yang lebih luas dan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumen Muslim.

“Halal bukan hanya untuk umat Muslim saja. Halal untuk semua. Halal telah berkembang menjadi tren, menjadi label, menjadi standar, dan akan terus berkembang semakin besar,” ujarnya.

BPJPH menilai penguatan hubungan dengan lembaga halal internasional perlu berjalan beriringan dengan peningkatan sistem Jaminan Produk Halal (JPH) di dalam negeri. Sistem yang semakin selaras dengan perkembangan global diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha Indonesia dalam memasuki pasar luar negeri.

Di tingkat domestik, Haikal mengatakan penerapan kewajiban sertifikasi halal tetap perlu mempertimbangkan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Pelaku usaha yang belum memenuhi ketentuan diminta mempersiapkan diri dan melakukan penyesuaian secara bertahap sesuai regulasi.

Ia menegaskan sertifikasi halal dapat menjadi instrumen untuk membangun kepercayaan konsumen, membuka peluang pasar, dan meningkatkan daya saing produk.

“Halal bukan penghenti, bukan hambatan, dan bukan penghalang. Halal adalah kebersamaan dan daya saing,” kata Haikal.

TerkaitTRT Indonesia - Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia maju sebagai kandidat anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030
Menlu Sugiono: Palestina menjadi ujian bagi hati nurani dan sistem multilateral
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Indonesia dorong penguatan keterkaitan laut dan iklim menuju COP31
Indonesia tandatangani konvensi siber PBB, perkuat kerja sama lawan kejahatan siber
Indonesia taklukkan China 3-2, tim bulu tangkis putra raih emas Asian Games setelah 28 tahun
BNN Indonesia dan Australia perpanjang kerja sama pemberantasan narkoba hingga 2031
Kapal Garibaldi resmi jadi KRI Sriwijaya-100, Indonesia siapkan modernisasi
Indonesia perkuat diplomasi bilateral di Sidang Umum PBB
Indonesia dorong perlindungan anak dari risiko AI di forum PBB
Indonesia percepat penyelesaian IEU-CEPA untuk buka akses pasar Eropa
Indonesia dan Prancis perkuat kerja sama pertahanan serta industri militer
Menlu Sugiono dorong MIKTA optimalkan peran kekuatan menengah dalam reformasi global
Indonesia dan Prancis perkuat kerja sama pertahanan melalui Kemitraan Strategis Komprehensif
Indonesia dan negara MIKTA kecam misinformasi dan narasi berbahaya yang sasar pekerja kemanusiaan
Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Indonesia dorong perdamaian dan diplomasi multilateral
Indonesia terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia melalui misi PBB
Erdogan serukan reformasi Dewan Keamanan PBB, desak penghapusan hak veto
Menlu Sugiono tiba di New York, bawa misi Palestina hingga kursi DK PBB
BNPT dan Australia perkuat kerja sama penanggulangan terorisme