ASIA
2 menit membaca
Pakistan dan Bangladesh bahas pakta pertahanan dan penjualan jet tempur JF-17
Islamabad dan Dhaka tengah menjajaki kesepakatan kerja sama pertahanan yang mencakup penjualan jet tempur JF-17 Thunder.
Pakistan dan Bangladesh bahas pakta pertahanan dan penjualan jet tempur JF-17
JF-17 Thunder PAF tampil atraksi saat parade militer Hari Pakistan di Islamabad, 23 Maret 2022. / Reuters
7 Januari 2026

Kepala Angkatan Udara Pakistan dan Bangladesh menggelar pembicaraan terkait potensi pakta yang mencakup penjualan jet tempur JF-17 Thunder ke Dhaka, kata militer Pakistan, saat Islamabad memperluas ambisi pasokan senjatanya dan mempererat hubungan dengan Bangladesh.

Pertemuan di Islamabad ini berlangsung ketika Pakistan ingin memanfaatkan keberhasilan angkatan udaranya dalam konflik dengan musuh bebuyutannya, India, pada Mei tahun lalu, yang merupakan pertempuran terburuk dalam hampir tiga dekade terakhir antara kedua negara.

Kepala Staf Udara Pakistan, Marshal Udara Zaheer Ahmed Baber Sidhu, dan rekanannya dari Bangladesh, Hasan Mahmood Khan, membahas secara rinci pengadaan JF-17 Thunder, pesawat tempur multi-peran yang dikembangkan bersama dengan China, kata juru bicara militer.

Pakistan juga menjamin Bangladesh “pengiriman pesawat latih Super Mushshak secara cepat, beserta ekosistem pelatihan lengkap dan dukungan jangka panjang,” tambah pernyataan militer itu pada Selasa.

TerkaitTRT Indonesia - Pakistan teken MoU dengan negara sahabat untuk JF-17, jet yang dipakai saat ketegangan dengan India

Mempererat hubungan

Pembicaraan ini menjadi sinyal membaiknya hubungan kedua negara, yang semakin dekat sejak protes besar-besaran pada Agustus 2024 membuat Perdana Menteri saat itu, Sheikh Hasina, melarikan diri ke India, yang merusak hubungan Dhaka dengan New Delhi.

“Kunjungan ini menegaskan kuatnya hubungan historis antara Pakistan dan Bangladesh dan mencerminkan tekad bersama untuk memperdalam kerja sama pertahanan serta membangun kemitraan strategis jangka panjang,” kata militer Pakistan.

Pasca lengsernya Hasina, Islamabad dan Dhaka kembali melanjutkan perdagangan langsung untuk pertama kalinya sejak perang 1971 yang membawa kemerdekaan bagi Bangladesh, sementara pejabat militer kedua negara telah mengadakan beberapa pertemuan.

Di bawah pemerintahan sementara yang dipimpin peraih Nobel Muhammad Yunus, Bangladesh akan menggelar pemilihan umum pada 12 Februari, yang bisa memberi peran signifikan bagi partai Jamaat-e-Islami yang sebelumnya dilarang, dan dikenal memiliki kedekatan dengan Pakistan.

Perluasan penjualan senjata

Jet JF-17 telah menjadi pilar utama dalam program pengembangan senjata militer Pakistan.

Pada Selasa, Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan keberhasilan industri senjata negara itu bisa mengubah prospek ekonomi Pakistan.

“Pesawat kami telah diuji, dan kami menerima begitu banyak pesanan sehingga Pakistan mungkin tidak membutuhkan Dana Moneter Internasional dalam enam bulan ke depan,” ujar Khawaja Asif kepada penyiar Geo News.

SUMBER:Reuters