TÜRKİYE
2 menit membaca
Tatanan dunia saat ini lebih mengutamakan kekuasaan daripada keadilan: Direktur Jenderal TRT Sobaci
TRT World Forum ke-9 resmi dibuka di Istanbul, mempertemukan para pemimpin, pemikir, dan tokoh perubahan dari berbagai negara.
Tatanan dunia saat ini lebih mengutamakan kekuasaan daripada keadilan: Direktur Jenderal TRT Sobaci
Direktur Jenderal TRT Mehmet Zahid Sobaci berbicara di Forum Dunia TRT 2025 / AA

Direktur Jenderal TRT, Mehmet Zahid Sobaci, menyerukan perlunya “visi baru” bagi sistem internasional, dengan menyoroti bahwa struktur kekuasaan global saat ini lebih menonjolkan dominasi politik dan militer ketimbang moralitas dan keadilan.

Berbicara dalam TRT World Forum 2025 di Istanbul pada Jumat, Sobaci menilai tatanan dunia saat ini tidak mampu menyelesaikan berbagai krisis global karena “kekuasaan lebih diutamakan daripada moral.”

“Tatanan internasional saat ini tidak dapat menawarkan solusi terhadap krisis yang dihadapinya,” ujarnya kepada para delegasi.

“Kita membutuhkan visi baru agar dapat membangun tatanan internasional yang lebih adil, berbasis hukum, dan bermoral.”

Menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi, Sobaci mengecam upaya melegitimasi genosida Israel di Gaza selama dua tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa Türkiye secara konsisten berdiri sebagai suara keadilan melawan penindasan dan standar ganda.

“Selama dua tahun terakhir, telah ada upaya untuk melegitimasi genosida Israel di Gaza,” katanya. “Namun Türkiye tetap menjadi suara keadilan.”

“Ketika dunia menyaksikan kehancuran sistematis terhadap suatu bangsa, Türkiye tidak berdiam diri,” tambahnya.

TRT World Forum ke-9 dibuka di Istanbul, mempertemukan para pemimpin, pemikir, dan tokoh perubahan global untuk membahas bagaimana realitas dunia kini tengah berubah di tengah ketidakpastian.

Mengusung tema “The Global Reset: From the Old Order to New Realities”, forum dua hari ini mengeksplorasi bagaimana perubahan dalam bidang ekonomi, teknologi, media, dan hukum internasional tengah mendefinisikan ulang dunia yang kita tinggali.

Diselenggarakan oleh lembaga penyiaran publik Türkiye, TRT, forum tahunan ini menjadi wadah untuk mengangkat isu-isu yang jarang dibicarakan serta mempertanyakan peran media dalam membentuk narasi global.

TerkaitTRT Indonesia - ‘The Global Reset’: TRT World Forum ke-9 dibuka di Istanbul dengan seruan untuk dialog dan keadilan

SUMBER:TRT World
Jelajahi
Dalam gambar: Türkiye menerangi kota untuk merayakan pakta pertahanan trilateral Mekah
TÜRKİYE–ASEAN perkuat kerja sama manajemen bencana
AFAD Türkiye dan AHA Centre ASEAN sepakati kerja sama manajemen bencana di Bandung
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama ketenagakerjaan, komisi bersama perdana digelar di Jakarta
Türkiye target perluas jejak dagang di ASEAN usai raih status mitra dialog
Sekjen ASEAN dan Wamenlu Türkiye bahas peluang kerja sama setelah resmi jadi Mitra Dialog
Presiden Erdogan: Perlawanan 15 Juli tak tertandingi dalam sejarah demokrasi global
Indonesia dan Türkiye perkuat kerja sama media dan komunikasi strategis di Jakarta
Peringatan kudeta gagal 15 Juli digelar di Jakarta, panel soroti ketahanan demokrasi Türkiye
Sepuluh tahun, sepuluh suara: Bagaimana kudeta 15 Juli tetap berada di hati warga negara Türkiye
10 tahun setelah kudeta gagal, Erdogan: Türkiye kini lebih kuat dan bersatu
Peristiwa 15 Juli membuktikan Türkiye tidak akan pernah tunduk pada teroris: Menlu Fidan
Erdogan: Gagalnya kudeta 2016 menjadi "deklarasi kemerdekaan" bagi Abad Türkiye
Upaya kudeta yang digagalkan pada 15 Juli: Korban FETO 253 tewas
Kegagalan upaya kudeta 2016 bentuk masa depan Türkiye: Burhanettin Duran
Türkiye peringati 10 tahun kegagalan kudeta 15 Juli, kata Yilmaz
Türkiye menandai 10 tahun upaya kudeta FETO yang gagal
Mehter: Grup musik militer era Ottoman Türkiye dan mengapa menjadi tema konferensi NATO di Ankara
Apa itu sanksi CAATSA dan bagaimana pencabutannya oleh AS akan menguntungkan Türkiye
Presiden Türkiye Erdogan memuji suksesnya KTT NATO, berterima kasih kepada peserta dan penyelenggara